Kawasan industri Candirejo di Kabupaten Gunungkidul. (Foto : HO-Dokumen DPMPT Gunungkidul)
Antara

GUNUNGKIDUL, iNews.id- Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp1,9 miliar untuk memperbaiki jalan rusak di kawasan industri Desa Candirejo. Perbaikan jalan ini untuk mendukung pertumbuhan sektor industri.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Wadiyana mengatakan jalan rusak di kawasan peruntukan industri di Dusun Bangunsari, Kalurahan/Desa Candirejo menjadi salah satu prioritas perbaikan. 

"Pada tahun ini dengan anggaran Rp1,9 miliar," ujarnya di Gunungkidul, Senin (15/8/2022).

Wadiyana mengatakan sepanjang ruas penghubung alternatif antara Kecamatan Semin dengan Ngawen mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga perlu perbaikan supaya tidak mengganggu sektor industri.

Anggaran Rp1,9 miliar ini masih belum mencukupi untuk memperbaiki seluruh ruas yang rusak. Jalan yang diperbaiki baru sepanjang 500 meter. Sedangkan total ruas yang ada sepanjang 3,6 kilometer. "Memang butuh perbaikan karena kerusakannya sudah parah,” katanya.

Menurut dia, perbaikan di jalan ini membutuhkan biaya yang besar karena kontur tanah yang labil sehingga proses menggunakan cor beton.

"Sudah pernah diaspal, tapi rusak lagi. Jadi, sekarang menggunakan cor beton FS 45 sehingga butuh biaya yang besar,” katanya.

Perbaikan dilakukan secara bertahap karena memang anggaran yang dimiliki terbatas. "Sudah kami ajukan untuk meneruskan perbaikan," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan adapun tahapan perbaikan jalan kawasan industri Candirejo masih dalam proses masih tahapan lelang di Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa.

Ia berharap lelang berhasil. "Mudah-mudahan segera ditentukan pemenangnya, sehingga perbaikan segera dilaksanakan," katanya.

Salah seorang warga Dusun Bangunsari, Candirejo, Suyamto mengatakan kondisi jalan di wilayahnya rusak parah karena banyak kendaraan bermuatan berat yang sering melintas.

"Kami berharap ada proses perbaikan sehingga tidak mengganggu aktivitas warga karena kerusakan dapat memicu terjadinya kecelakaan," katanya.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT