Saat konsumen hendak membeli pertalite, sejumlah SPBU di Gunungkidul mengaku kosong. (Foto : MPI/erfan erlin)
erfan erlin

GUNUNGKIDUL, iNews.id -Warga Kabupaten Gunungkidul mulai resah. Dalam beberapa hari terakhir, mereka mendapati bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sering tidak bisa dijumpai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah mereka.

Fanto, warga Kapanewon Patuk mengaku pada Minggu kemarin bermaksud membeli pertalite di SPBU dekat rumahnya. Saat sampai di SPBU, operator mengatakan jika saat itu Pertalite sudah kosong dan tinggal Pertamax.

"Lha karena saya tergesa-gesa. Saya beli pertalite. Di belakang saya juga ada beberapa mobil dan motor juga dibilangi Pertalite kosong. Ya langsung beli pertamax," ujar dia, Senin (4/3/2020).

Kejadian serupa juga diungkapkan oleh Sumiran, warga Kapanewon Semin. Sabtu (2/3/2022) siang kemarin ia bermaksud mengisi kendaraannya di SPBU dekat rumahnya. Dan ternyata pihaknya juga tidak bisa mendapatkannya karena pertalite di SPBU tersebut dalam kondisi kosong.

"Di sana kosong. Ya beli pertamax daripada tidak bisa jalan," tuturnya.

Ketika dikonfirmasi, Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT Brasto Galih Nugroho mengatakan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan pasokan BBM terutama BBM produk pertalite aman. 

Menurutnya, jika ketahanan pasokan Pertalite cukup hingga mendekati 11 hari ke depan untuk memenuhi kebutuhan di Wilayah Jawa Tengah dan DIY. 

"Kami pastikan stok Pertalite mencukupi, ketahanan stok produk Pertalite cukup hingga 11 hari kedepan. Angka tersebut belum termasuk stok di kilang maupun dalam pengantaran melalui kapal,” ungkap Brasto. 

Brasto menjelaskan terdapat 125 SPBU di DIY yang melayani penjualan produk pertalite. Pihaknya mengupayakan melakukan build up stok di setiap SPBU. Stok akan selalu mereka jaga sesuai dengan permintaan SPBU.

Menurutnya, Pertamina senantiasa memastikan suplai BBM berjalan dengan baik di masa bulan ramadhan dan jelang idul fitri seiring dengan adanya peningkatan kegiatan ekonomi yang terjadi di wilayah Jawa Tengah, Pertamina juga melakukan antisipasi terhadap kebutuhan BBM. 

“Masyarakat tidak perlu khawatir dan membeli BBM sesuai kebutuhan, meski diakui saat ini kepadatan lalu lintas dan aktivitas masyarakat menjelang Ramadan cukup tinggi sehingga animo konsumen untuk konsumsi BBM juga meningkat,” imbuh Brasto. 

Lebih lanjut, Brasto juga mengharapkan Konsumen tetap memilih BBM Non Subsidi yang lebih berkualitas seperti Pertamax. Pertamax merupakan bahan bakar berkualitas untuk kendaraan bermesin bensin yang memiliki kandungan oktan 92, mampu menghasilkan kinerja mesin kendaraan yang lebih baik dan bertenaga, dengan tetap rendah emisi, sekaligus hemat konsumsi BBM. 

Adapun pada kendaraan yang menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection dan catalytic converters, penggunaan BBM beroktan tinggi seperti Pertamax sangat dianjurkan. Pertamax tidak mengandung timbal, sehingga dapat memperpanjang usia mesin kendaraan. 

Pertamina mengapresiasi loyalitas pengendara terhadap BBM berkualitas, pengunaan Pertamax selain memiliki banyak manfaat bagi mesin kendaraan maupun bagi lingkungan. Pertamax memiliki keunggulan meningkatkan perfoma kendaraan serta mesin lebih dingin dan awet, irit bahan bakar (efisiensi) dan ramah lingkungan. 


Editor : Ainun Najib