Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar yang diteror lewat telepon oleh pelaku yang mengaku dari Polresta Yogyakarta. (Foto: YT)

Sebelumnya, Uceng menjelaskan bahwa penelepon mengaku sebagai anggota Polresta Yogyakarta. Pelaku meminta dia segera menghadap dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) disertai ancaman penangkapan.

"Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa ktp, jika tidak akan segera melakukan penangkapan," kata Uceng dalam unggahannya.

Dia mengungkapkan bahwa cara bicara penelepon terdengar intimidatif. Menurutnya, pelaku sengaja mengubah intonasi suara agar terkesan memiliki otoritas sebagai aparat penegak hukum. Dia juga mengaku aksi teror serupa sudah dialaminya lebih dari sekali.

"Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas. Dalam beberapa hari ini sy dah dihubungi tindakan sejenis dah dua kali. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik," tulisnya lagi.


Editor : Donald Karouw

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network