Petugas melakukan pemeriksaan cukai rokok di wilayah Sleman, Rabu (6/10/2021). (Foto: Dok Humas Pemkab Sleman)
Priyo Setyawan

SLEMAN, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama Bea cukai Yogyakarta mengungkap peredaran barang kena cukai (BKC) rokok dan hasil tembakau tanpa dilengkapi pita cukai. Barang-barang ilegal ini ditemukan di toko kelontong yang ada di Kapanewon, Kalasan dan Depok, Rabu (6/10/2021).

“Ada dua toko kelontong yang menjual produk kena cukai rokok dan tembakau tanpa pita cukai atau illegal,” kata Petugas pemeriksa Bea dan Cukai Kantor Bea dan Cukai Yogyakarta Yusron Asrofi.
 
Dalam razia ini petugas menemukan 20 bungkus rokok tanpa cukai dan 39 tembakau iris yang dibungkus ke dalam kemasan 50 gram tanpa cukai. Barang-barang ini kemudian disita dari pemiliknya. Sedangkan sanki yang diberikan tidak ada karena pedagang hanya dititipi sales. 

“Pedagang hanya diberikan edukasi dan diminta tidak menjual rokok tanpa cukai,” katanya.  

Indikator BKC rokok dan hasil tembakau illegal mudah dikenali, di antara lain tanpa pita cukai, pita cukai bekas, pita cukai palsu ataupun salah peruntukan dan personalisasi (tidak sesuai kode pita cukai).
 
Kasubbag Perekonomian Bagian Perekonomian Pemkab Sleman, Citra Makkia Azmiati mengatakan, razia ini untuk melakukan pengawasan dan pengendalian atas barang kena cukai rokok dan tembakau ilegal. Disamping itu juga untuk memastikan BKC rokok dan hasil tembakau yang beredar tersebut legal.

“Selain itu juga untuk memberikan pemahaman terkait ketentuan di bidang cukai hasil tembakau,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT