Sedangkan untuk persediaan minyak goreng, ia memastikan dalam kondisi cukup meskipun stok di banyak ritel berjejaring nasional dalam kondisi kosong.
“Dari pusat menyatakan stok minyak goreng dalam jumlah yang cukup. Kami akan cek kembali untuk memastikan penyebab kosongnya stok minyak goreng kemasan di ritel,” katanya.
Ia menduga, banyak pelaku usaha yang juga memanfaatkan penurunan harga minyak goreng yang terjadi sejak 19 Januari sehingga membeli dalam jumlah banyak.
“Stok di ritel lebih ditujukan untuk pembeli dari sektor rumah tangga. Jika harga minyak goreng curah sudah turun ke Rp11.500 per liter, maka harapannya pelaku usaha bisa kembali beralih ke curah sehingga stok di ritel bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga,” katanya.
Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait