Gara-gara menolak divaksin Covid-19, seratusan lebih anggota Marinir Amerika Serikat (AS) dipecat dari dinas militer. (Foto : Reuters)
Syarifuddin

WASHINGTON,  iNews.id - Gara-gara menolak divaksin Covid-19, seratusan lebih anggota Marinir Amerika Serikat (AS) dipecat dari dinas militer. Kabar pemecatan ini dikonfirmasi oleh Korps Marinir pada Kamis (16/12/2021) melalui pernyataan kepada Marine Corps Times.

Langkah tegas ini dilakukan sebagai hukuman militer sesuai mandat vaksin ketat Presiden AS Joe Biden. Sebanyak 103 tentara yang telah dikeluarkan dari Marinir sejauh ini diperkirakan akan menerima pemecatan secara terhormat atau umum.

Juru bicara Korps Marinir Mayor Jim Stenger mengatakan kepada majalah itu bahwa 1.007 pengecualian vaksin untuk alasan medis dan administrasi diberikan, sementara 2.836 permintaan pengecualian atas alasan agama telah ditolak sejauh ini.

Diperkirakan secara luas bahwa Marinir akan menolak hampir 300 aplikasi yang tersisa. Marinir belum memberikan pengecualian kepada satu tentara pun atas alasan agama terkait vaksinasi Covid-19.

Meskipun Korps Marinir terungkap bulan lalu sebagai cabang militer AS yang paling sedikit divaksinasi, sebagian besar personelnya atau sekitar 95 persen telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Personel tugas aktif telah diberikan waktu hingga 28 November untuk mendapatkan vaksinasi terhadap virus itu atau mengajukan pengecualian. 

Berita tentang pemecatan massal Marinir muncul tak lama setelah 27 anggota Angkatan Udara AS yang digambarkan sebagai “personel yang lebih muda, berpangkat lebih rendah”, terungkap telah diberhentikan pekan ini karena menolak divaksinasi. 

Personel Angkatan Udara yang diberhentikan tidak mencari pengecualian dan secara resmi diberi sanksi karena tidak mematuhi perintah.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT