Petugas sedang memasang eartag QR code pada ternak, Jumat (16/9/2022). (Foto : dok DP3 Sleman)
erfan erlin

SLEMAN, iNews.id- Pemkab Sleman terus berusaha melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Agar tidak terjadi double vaksin maka mereka memberikan tanda pada telinga (eartag) pada ternak yang sudah divaksin.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Suparmono mengungkap, penandaan dan pendataan yang dilakukan pada ternak pascavaksinasi menggunakan QR code ini, terhubung secara digital melalui aplikasi yang bernama 'Identik PKH' pada ponsel berbasis android.

"Aplikasinya sudah tersedia dan dapat diunduh melalui Play Store,"ujar Suparmono, Jumat (16/9/2022).

QR code ini diberikan untuk mengidentifikasi ternak-ternak yang telah divaksin melalui kartu vaksin virtual dan dapat dilihat oleh siapapun melalui aplikasi tersebut. Pemasangan eartag bertujuan untuk memudahkan pencatatan dan pendataan.

Pemberian tanda ini juga untuk mempermudah monitoring jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga mereka tidak perlu lagi mengumpulkan riwayat dari sapi tersebut.

"Perlakuan itu merupakan upaya Pemkab menindaklanjuti Keputusan Menteri tentang penandaan dan pendataan ternak dalam rangka penanggulangan PMK," ujar dia.

Eartag Secure QR Code yang terhubung secara digital ini juga bagian dari seleksi dalam tata laksana pemeliharaan ternak, dan sebagai identitas ternak ( KTP ) ternak dengan sasaran ternak yang telah divaksin, ternak yang belum divaksin dan ternak yang tidak divaksin yang berada di wilayah Kabupaten Sleman.

"Kali ini kita lakukan di Padukuhan Srunen, Kalurahan Glagaharjo, Kalurahan Cangkringan terhadap sebanyak 100 ekor ternak. Targetnya eartag sebanyak 37.000 ekor," ujar Pram.

Penandaan ternak ini dilakukan pada hewan rentan PMK seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. Gunanya untuk mengetahui jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi. 


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT