Menurut Uceng, modus pelaku teror telepon tersebut merupakan bentuk penipuan yang mudah dikenali. Meski demikian, dia menyayangkan praktik serupa masih marak terjadi dan dinilai kurang mendapatkan penanganan serius.
"Well, siapapun tau yg kayak beginian adalah penipuan dan gak jelas. Tololnya dia bisa menelpon berkali2. Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris nda pernah ada yg dikejar dengan serius. Data kita diperjual belikan dan berbagai tindakan scam lainnya," tulisnya.
Uceng juga menyampaikan pesan tegas kepada para pelaku agar tidak menjual nama institusi kepolisian untuk menakut-nakuti masyarakat.
"Yang kedua, kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk ngancam dan nakutin orang2 tertentu. Gak akan ngefek," katanya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait