Proses tersebut diawali dengan pendirian unit huntara pertama di lokasi sebagai penanda dimulainya kegiatan di lapangan pada Sabtu (3/1/2025). Program ini dirancang berkelanjutan dan akan dilanjutkansecara bertahap hingga seluruh target hunian terpenuhi, bahkan berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan.
Ketua Tim UGM, Ashar Saputra menjelaskan, desain hunian dikembangkan agar mudah dipahami dan dapat dibangun secara mandiri oleh warga dengan material yang tersedia di lapangan.
“Rumah papan berukuran 6 x 6 meter tersebut memungkinkan proses pengerjaan berjalan cepat, efisien, dan aman bagi penyintas,” ujar dia.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat integrasi data, kebijakan, dan aksi kemanusiaan. UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun sistem kebencanaan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait