Di bagian kap mobil diberikan tempat untuk menaman rumput hias serta pelat nomor bertuliskan nama Rio, tanggal kelahiran dan tanggal kematiannya.
“Ketika makam tersebut selesai dibuat pada tahun 2004, nisannya terlihat sangat bagus dan mirip dengan mobil yang sesungguhnya. Namun seiring berjalannya waktu dan tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab, warnanya mulai pudar,” katanya.
Selain itu, terlihat sisa beberapa coretan cat semprot di beberapa bagian nisan. Meskipun warna pada replika mobil sudah mulai pudar, keunikan bentuk nisan membuat warga tertarik untuk berswafoto di dekat makam tersebut.
“Banyak warga yang kemudian mengunggahnya di media sosial sehingga menjadi viral,” kata Prima Ikhsan Ndaru.
Luasnya lokasi makam Gunung Sempu Bantul Yogyakarta yang terdiri atas 5 blok ini sering menjadi lokasi bagi sejumlah remaja dan anak muda untuk berkumpul. Tak jarang mereka membawa alat tulis dan cat semprot untuk melakukan aksi vandalisme dengan mencorat-coret makam serta kegiatan negatif lainnya. Sementara petugas penjaga makam juga terbatas sehingga sejumlah orang leluasa melakukan tindakan tidak terpuji di area makam.
“Kami berharap, silakan datang ke sini dan berfoto, tapi jangan merusak makam termasuk core-coret. Jaga lingkungan di sini,” ujarnmya.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait