YOGYAKARTA, iNews.id - Sebanyak 904 nama penduduk tanpa alamat ditemukan dalam Data Pemilih Hasil Perbaikan (DPHP) Kota Yogyakarta. Data ini telah diplenokan KPU Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyebutkan pada kolom alamat sebanyak 904 nama warga Kota Yogyakarta tersebut masih tertulis '000' di DPHP.
"Dari daftar pemilih, ada yang alamatnya tidak ada, nolnya tercantum tiga kali. Masih ada 904 pemilih yang alamatnya '000'," ujar Eko dalam keterangan tertulisnya Rabu (3/5/2023).
Eko meminta KPU segera memberikan penjelasan kepada publik terkait alamat '000' dalam DPHP tersebut. Politisi PDIP ini juga meminta segera dilakukan perbaikan kualitas daftar pemilih di DIY.
"Ini harus segera dibenahi agar tak ada indikasi negatif dalam pemenuhan hak konstitusi warga negara pada Pemilu 2024," ucapnya.
Menurutnya, KPU DIY perlu bekerja sama dengan Pemda DIY untuk memberikan kepastian hak konstitusional untuk memilih dalam Pemilu 2024.
"Komisi A DPRD DIY saat ini sedang mendalami data pemilih di empat kabupaten lainnya di DIY karena persoalan tersebut memungkinkan terjadi di wilayah lain, tak hanya Kota Yogyakarta,"ujarnya.
Eko menyebut Data ini per tanggal 5 April 2023 saat pleno KPU. "Kami akan panggil KPU untuk meminta konfirmasi segera, kami ingin agar kualitas pemilu nanti maksimal, jadi harus baik datanya, termasuk jangan sampai ada pemilih yang sudah meninggal," ucapnya.
Di DIY sendiri per 14 April 2023 jumlah pemilih tercatat 2.881.969 pemilih dengan jumlah 11.917 TPS. Sedangkan di Kota Yogyakarta berdasarkan hasil rekapitulasi sementara di 14 kecamatan tercatat 1.298 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 323.120.
Terpisah Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU DIY Wawan Budiyanto menjamin data ratusan pemilih dengan alamat "000" tersebut bukan data fiktif.
"Kami menjamin bukan pemilih fiktif dan tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024," ujarnya.
Dia menyebut kode '000' yang tercantum dalam kolom alamat pada DPHP disebabkan sistem yang tidak dapat membaca alamat secara utuh.
"Data alamat yang terbaca '000' biasanya terjadi pada data pemilih yang tercatat di TPS khusus. Selain itu untuk melindungi data pribadi pemilih, KPU memang tidak menampilkan alamat pemilih secara utuh atau mendetail. "Ada surat dari KPU untuk tidak menampilkan alamat secara utuh," ucapnya.
Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait