Melalui kegiatan pengamatan itu, menurut dia, JAC juga sekaligus ingin menepis mitos-mitos yang biasa dilekatkan dengan gerhana bulan seperti anggapan bulan dimakan betara kala, atau berkaitan dengan kematian seseorang.
"Kami tentunya juga ingin memutus informasi bahwa gerhana bulan itu konon bulan dimakan raksasa, terutama bagi kalangan anak-anak. Tapi anak-anak sekarang lebih cerdas," kata dia.
Pengamatan gerhana bulan di Markas JAC atau Griya Antariksa berlangsung mulai pukul 17.30 WIB bertepatan saat bulan mulai mengalami gerhana sebagian.
"Pukul 18.10 bulan tertutup total jadi hanya warna merah saja yang kelihatan hanya sedikit putih di sisi utara, lalu pukul 18.26 terlihat kembali terangnya di sisi utara, dan pukul 19.50 selesai gerhananya," terang Toha.
Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait