1 Rabiul Awwal Maulid Nabi 2022 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Amalan-Amalan dan Keutamaannya

Kastolani · Jumat, 23 September 2022 - 08:30:00 WIB
1 Rabiul Awwal Maulid Nabi 2022 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Amalan-Amalan dan Keutamaannya
Umat Islam akan memasuki salah satu bulan istimewa yakni Rabiul Awal, bulan kelahiran manusia mulia Nabi Muhammad SAW.. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Umat Islam di seluruh dunia dalam sepekan ke depan akan memasuki bulan istimewa yakni Rabiul Awwal. Bulan tersebut merupakan kelahiran Nabi Nabi Muhammad SAW.

Kapan 1 Rabiul Awwal Maulid Nabi 2022?

Sesuai kalender Islam, 1 Rabiul Awwal 1444 H sekaligus awal perayaan Maulid Nabi 2022 jatuh pada tanggal 27 September. Sedangkan 12 Rabiul Awwal sekaligus puncak Maulid Nabi jatuh pada tanggal 8 Oktober 2022. 

Dalam kalender Hijriah, Rabiul awal merupakan bulan ketiga dan menjadi salah satu bulan teristimewa karena di bulan itu, Nabi Muhammad SAW, manusia agung pembawa risalah seluruh alam dilahirkan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abi Qatadah disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ فَقَالَ فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ

Artinya: Dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, maka beliau pun menjawab: "Di hari itulah saya dilahirkan, dan pada hari itu pula, wahyu diturunkan atasku." (HR. Muslim) [No. 1162 Syarh Shahih Muslim] Shahih.

Amalan-Amalan Rabiul Awwal

Bulan Rabiul awal identik dengan perayaan Maulid Nabi SAW. Perayaan itu sudah ada dan telah lama dilakukan oleh umat Islam. Benihnya sudah ditanam sendiri oleh Rasulullah SAW berdasarkan hadits di atas. 

Di Indonesia, sebagian besar masyarakat Muslim membaca shalawat, barzanji dan pengajian­-pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW tiap memasuki Rabiul Awal. 

Isnan Ansory dalam bukunya Pro Kontra Maulid Nabi menyebutkan, Syaikh as-Sayyid Zain Aal Sumaith, dalam karyanya Masail Katsuro Haulaha an-Niqosy wa al-Jidal, mendefinisikan maulid Nabi Muhammad yakni, memperingati hari kelahiran Rasulullah dengan menyebut-nyebut kisah hidupnya, dan setiap tanda-tanda kemulian dan mukjizat sang Nabi Saw dalam rangka mengagungkan kedudukannya, dan menampakkan kegembiraan atas kelahirannya.

Dari definisi ini dapat dipahami bahwa kegiatan yang dilakukan pada momen hari kelahiran Nabi Saw berwujud amalan-amalan ibadah yang bersifat mutlak.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: