25 WNA Ditolak Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

Ariedwi Satrio ยท Jumat, 07 Januari 2022 - 09:37:00 WIB
 25 WNA Ditolak Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta
Sebanyak 25 warga negara asing (WNA) ditolak masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 25 warga negara asing (WNA) ditolak masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta. Langkah ini untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 varian baru jenis Omicron di Indonesia. 

Berdasarkan informasi yang diterima dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) ada sebanyak 25 Warga Negara Asing (WNA) yang ditolak masuk ke Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta. 

Sebanyak 25 warga asing itu ditolak masuk ke Indonesia sejak 29 November 2021 hingga 3 Januari 2022.

Ke-25 warga asing itu berasal dari 11 negara, yaitu lima asal Inggris; lima Filipina; dua Amerika Serikat; satu Yaman; dua Pakistan; satu Australia; lima Nigeria; satu Rusia; satu Korea Selatan; satu Bangladesh; dan satu asal Pantai Gading.

"Sebangan 25 orang asing tersebut ditolak dengan berbagai alasan. Mulai dari tujuan kedatangan yang tak jelas hingga alasan keamanan," ujar Subkoordinator Humas Direktorat Jenderal Imigrasi, Achmad Nur Saleh melalui pesan singkatnya, Jumat (7/1/2022).

Dari data perlintasan ditjen imigrasi kemenkumham, 25 orang asing yang ditolak masuk ke Indonesia karena di antaranya, lima orang dari negara dengan penyebaran Covid varian baru. Kemudian, enam orang tidak sesuai kriteria Permenkumham 34/2021.

Selanjutnya, delapan orang tidak jelas tujuannya; satu orang disebabkan alasan keimigrasian. Sementara sisanya, pernah melakukan pelanggaran hukum yaitu, dua orang tidak mematuhi aturan karantina; dua orang memberikan keterangan palsu guna mendapatkan visa; dan satu orang memiliki riwayat kejahatan pedofilia.

"Hingga saat ini pembatasan masuk orang asing ke wilayah Indonesia masih berlaku. Adapun acuannya yaitu Permenkumham No 34/2021 dalam rangka penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, serta surat edaran Satgas Covid-19 dalam rangka membendung penyebaran virus Covid-19 varian baru. Kebijakan-kebijakan yang ada terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan situasi," terangnya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: