3 Mahasisw UGM Ini Teliti Kurkumin dan Gelatin untuk Terapi Gusi Turun

Priyo Setyawan ยท Rabu, 15 September 2021 - 11:30:00 WIB
 3 Mahasisw UGM Ini Teliti Kurkumin dan Gelatin untuk Terapi Gusi Turun
Tiga mahasiswa UGM meneliti kurkumin dan gelatin untuk terapi bedah gusi turun. (Foto : Dok Humas UGM)

SLEMAN, iNews.id-Tiga Mahasiswa UGM meneliti potensi kombinasi kurkumin dan gelatin sebagai terapi bedah free gingival graft untuk mengatasi masalah gusi turun. Penelitian ini dilakukan lantaran banyak masyarakat yang menderita gusi turun ini.

Ketiga mahasiswa UGM ini adalah Maharani Nur Azizah (FKG), Putri Anggraini Budianto (Fakultas Farmasi), dan Freisiane Rachmalia Sadono (FKG). 

Maharani mengatakan, ide penelitian  ini  karena melihat banyak masyarakat yang menderita gusi turun dengan keluhan gigi menjadi sensitif dan mengurangi estetika. 

Salah satu perawatan untuk gusi turun adalah cangkok langit-langit mulut atau biasa disebut (free gingival graft). 

Namun, prosedur bedah free gingival graft sering menimbulkan luka yang cukup luas di area langit-langit mulut dan berpotensi terjadi infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. 

“Kami kemudian melakukan penelitian mengembangkan terapi pasca-cangkok langit-langit mulut dengan memanfaatkan kurkumin yang dikenal bermanfaat sebagai anti inflamasi dan anti bakteri,” kata Maharani dalam keterangan tertulisnya yang diterima iNews.id, Rabu (15/9/2021).

Dia menjelaskan  karena prosentase kurkumin yang bisa diserap tubuh sangat rendah, mereka  mengkombinasikan dengan gelatin yang sering dipakai untuk melepaskan senyawa obat langsung ke target.

Kombinasi kedua senyawa tersebut diharapkan bisa mengatasi kelemahan kurkumin. Dengan begitu, senyawa kurkumin yang dapat diserap tubuh lebih maksimal dan dapat meredakan radang pasca-cangkok langit-langit mulut.

“Untuk penelitian ini kami  memanfaatkan teknologi komputasi dan database yaitu molecular docking,” ujarnya.

Putri Anggraini Budianto menambahkan, percobaan molecular docking dilakukan dengan menguji senyawa kurkumin dan gelatin dengan reseptor dari faktor yang dapat menyebabkan radang, yaitu IL1R1. Setelah itu docking score menggunakan command prompt.

“Semakin rendah atau negatif docking score menunjukkan bahwa kurkumin dan gelatin dapat mengikat lebih kuat pada IL1R1,” katanya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2