2. Motif KawungMotif batik Yogyakarta selanjutnya adalah Motif Kawung, dengan ciri khas berupa empat lingkaran yang berporos pada satu lingkaran kecil di tengah. Motif ini juga diterjemahankan sebagai gambar bunga teratai bersama empat lembar daun bunga yang merekah. Bunga teratai melambangkan umur panjang dan kesucian.
Batik kawung merupakan motif batik Yogyakarta yang paling terkenal karena menyimbolkan harapan supaya manusia terus-menerus ingat asal usulnya. Dulu motif ini banyak dipakai di lingkungan Keraton Yogyakarta. Motif ini menggambarkan sosok pemuka yang bisa menahan hawa nafsu juga membentengi hati nurani supaya ada harmoni dalam tindak tanduk kesibukan manusia.
3. Motif ParangMotif Parang masuk ke dalam kategori motif larangan alias hanya raja beserta keturunannya saja yang bisa memakainya. Ini merupakan motif yang sangat dikenal dengan bentuk menyerupai garis diagonal dari atas ke bawah yang didalamnya terdapat susunan motif menyerupai huruf “S” yang tanpa terputus dan saling berkesinambungan.
Motif Parang memiliki arti lereng atau tebing, sehingga batik ini bermotif miring berbentuk diagonal. Motif ini mengandung filosofi jangan menyerah untuk mengarungi bahtera kehidupan meskipun banyak lika-liku yang harus di lalui dan terus berupaya untuk memperbaiki diri agar lebih baik.
Motif Parang banyak banyak menghasilkan motif turunan, sepeti Parang rusak, Parang Klitik, Parang Kusumo, Parang Tuding, Parang Curigo, Parang Pamor hingga Parang Centung.
4. Motif SemenMorif batik ini melambang kesuburan, kemakmuran, dan alam semesta. Kemakmuran ini melambangkan kehidupan yang berjalan ke arah yang lebih baik. Motif ini melambangkan kekayaan hidup manusia dengan menggunakan hiasan motif hewan dan tumbuhan.
Itulah ulasan, Motif Batik Yogyakarta semoga bisa menambah referensi pengetahuan tentang batik.
Editor: Kuntadi Kuntadi