5 Fakta PSK di Sleman Tewas usai Layani Pelanggan, Nomor 3 Bikin Geleng Kepala

Kuntadi, Priyo Setyawan ยท Rabu, 16 September 2020 - 11:00 WIB
5 Fakta PSK di Sleman Tewas usai Layani Pelanggan, Nomor 3 Bikin Geleng Kepala
Ilustrasi. (Foto: IST)

SLEMAN, iNews.id - Seorang perempuan pekerja seks komersial (PSK) berinisial DP (41) tewas saat melayani pelanggannya di salah satu hotel melati kawasan Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, DIY. DP tewas usai melayani pemuda berinisial AP (23) warga Purworejo, Jawa Tengah.

Melihat AP keluar hotel, suami DP memeriksa kamar dan menemukan istrinya sudah tak bernyawa. Dia kemudian mengejar AP dan menghentikannya di parkiran. Selanjutnya suami DP menyerahkan pemuda tersebut ke Polsek Depok Barat. Sementara jenazah DP dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berikut 5 fakta kasus PSK tewas di kamar hotel di Sleman;

1. Tewas saat layani pelanggan berusia 23 tahun

Kronologi kejadian bermula saat AP kencan dengan DP pada Sabtu (12/9/2020) pukul 15.00-18.00 WIB. AP merupakan pemuda berusia 23 tahun atau jauh lebih muda 18 tahun dari korban DP.

2. Kejang saat layanan kedua dengan AP

Kapolsek Depok Barat Rachmadewanto mengatakan, setelah kencan singkat, AP meminta untuk berhubungan kembali. Namun ketika itu DP sudah ada janji laki-laki lain. Tetapi kemudian janjinya batal sehingga DP menerima ajakan AP.

Saat kencan kedua, DP mengalami kejang-kejang dan jatuh dari tempat tidur lalu meninggal dunia. AP kemudian mengangkat tubuh DP ke tempat tidur dan meninggalkan di kamar pada Minggu (13/9/2020) dini hari.

3. DP diantar langsung oleh suami

DP pada Sabtu (12/9/2020) pukul 15.00-18.00 WIB di antarkan suaminya ke satu hotel melati kawasan Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, DIY untuk bertemu pelanggan AP. Bahkan, suami korban yang mengejar langsung AP saat mengetahui istrinya tewas di atas kasur.

4. Layani enam pelanggan sebelum tewas

Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Isnaini mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi, korban memiliki banyak pelanggan. Hari itu dia telah melayani enam orang tamu, termasuk AD (23) warga Purworejo, Jawa Tengah. AD merupakan pelanggan terakhir yang dilayani korban.

“Hari itu korban sudah melayani enam pelanggan. Yang terakhir itu (AD) yang keenam,” katanya.

5. Penyebab kematian masih diselidiki

Polisi masih belum berani menyimpulkan penyebab kematian karena masih menunggu hasil autopsi. Dari pemeriksaan luar, di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Sedangkan dari keluarga juga tidak ada keterangan korban memiliki riwayat sakit. Namun di dalam tas korban ditemukan sejumlah obat dan pil China.

“Kita fokus pada penyebab kematiannya dulu, suaminya masih sebagai saksi,” kata Isnaini.


Editor : Nani Suherni