Sebelum Tewas, PSK di Sleman yang Layani Pemuda 23 Tahun Sempat Kejang-Kejang

Priyo Setyawan ยท Rabu, 16 September 2020 - 08:20 WIB
Sebelum Tewas, PSK di Sleman yang Layani Pemuda 23 Tahun Sempat Kejang-Kejang
Ilustrasi

SLEMAN, iNews.id - Seorang perempuan pekerja seks komersial (PSK) berinisial DP (41) yang tewas saat melayani pelanggannya di Sleman, Yogyakarta, sempat kejang-kejang sebelum jatuh dari tempat tidur. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.

"Untuk penyebab kematian korban masih dalam pendalaman," kata Kapolsek Depok Barat Rachmadewanto, Selasa (15/9/2020).

Saat itu, DP (41) sedang meleyani pelanggan di salah satu hotel melati kawasan Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, DIY. Tak berapa lama, korban kejang-kejang lalu jatuh dari tempat tidur dan tak sadarkan diri.

Melihat hal tersebut, si pelanggan berinisial AP (23) warga Purworejo, Jawa Tengah, lalu meninggalkannya kamar hotel. Melihat AP keluar hotel, suami DP memeriksa kamar dan menemukan istrinya sudah tak bernyawa.

Rachmadewanto mengatakan, setelah ada laporan, langsung menuju ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan ada tanda kekerasan di tubuh perempuan tersebut sehingga untuk memastikan penyebab kematian akan dilakukan tindakan di RS Bhayangkara.

Kronologi kejadian bermula saat AP kencan dengan DP pada Sabtu (12/9/2020) pukul 15.00-18.00 WIB. DP ketika itu datang ke hotel dengan diantar suaminya.

Setelah kencang singkat, AP meminta untuk berhubungan kembali. Namun ketika itu DP sudah ada janji laki-laki lain. Tetapi kemudian janjinya batal sehingga DP menerima ajakan AP.

Saat kencan kedua, DP mengalami kejang-kejang dan jatuh dari tempat tidur lalu meninggal dunia. AP kemudian mengangkat tubuh DP ke tempat tidur dan meninggalkan di kamar pada Minggu (13/9/2020) dini hari.

Rachmadewanto mengatakan, saat ini AP hanya dijerat dengan pasal pencurian karena saat diamankan dia membawa dua ponsel milik perempuan yang meninggal.

"Kasusnya masih kami kembangkan, sedangkan AP saat ini kami tahan untuk kepentingan penyelidikan," katanya.


Editor : Nani Suherni