6 Titik Longsor Rusak Rumah Warga dan Tutup Jalur Wisata di Kulonprogo

Kuntadi ยท Selasa, 13 Februari 2018 - 21:14 WIB
6 Titik Longsor Rusak Rumah Warga dan Tutup Jalur Wisata di Kulonprogo
Timbunan tanah longsor yang hampir menerjang rumah warga di wilayah Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO,iNews.id – Musibah tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/2/2018). Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut, namun dampak kerugian materil dirasakan warga yang rumahnya rusak tertimbun longsoran, serta menutup akses menuju sejumlah lokasi obyek wisata.

Data yang dihimpun iNews.id, setidaknya ada enam titik longsoran yang terjadi di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, dan Kokap. Yakni longsor di ruas Brajan-Kaliwunglon Desa Banjarsari (Samigaluh), Jalan Trayu-Suroloyo di Desa Ngargosari (Samigaluh), ruas Nyemani dan Nglambur-Suroloyo di wilayah Desa Sidoharjo, ruas Puyang Desa Purwoharjo. Selain itu, ruas Keji Desa Hargotirto, Kokap-Sulur (Samigaluh), dan ruas Jalan Bendo-Sendangsono (Banjaroya, Kalibawang) juga tertutup longsoran material tanah.

"Longsoran tanah menutup akses menuju lokasi wisata ke Sendangsono dan Puncak Suroloyo akibat hujan yang terus mengguyur Perbukitan Menoreh, sejak Minggu (11/2)," kata Camat Kalibawang, Hendri Usdiarka Selasa (13/2/2018).

Dia mengatakan, warga sudah melakukan kerja bakti untuk menyingkirkan material longsoran tanah. Namun ketebalan tanah mencapai empat meter dengan lebar longsoran hingga 20 meter dan panjang 60 meter, yang menyulitkan proses pembersihan.

Namun berkat kerja keras warga dan peralatan seadanya, jalur wisata sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Warga berharap bantuan alat berat untuk mempercepat pembukaan jalur tersebut. Hal itu pun sudah dilaporkan ke Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo. "Kalau dengan tenaga manusia terlalui sulit, harus alat berat," ujar Camat Samoigaluh, Setiawan.

Sementara itu, BPBD Kulonprogo telah menaikkan status penanganan bencana di wilayah Kecamatan Samigaluh dan Kokap dari semula siaga darurat bencana beralih jadi tanggap darurat yang berlaku hingga 21 Februari 2018. "Peningkatan status ini karena pertimbangan hujan yang masih meningkat," kata Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono.

Menurut BPBD Kulonprogo, sejumlah wilayah hingga kini masih berstatus siaga darurat bencana yang telah ditetapkan pada 28 November 2017 hingga 31 Maret 2018.


Editor : Donald Karouw