78 Mahasiswa Program KKN UGM Bantu Pendidikan Online di Daerah Terpencil

Kuntadi ยท Senin, 24 Agustus 2020 - 16:04:00 WIB
 78 Mahasiswa Program KKN UGM Bantu Pendidikan Online di Daerah Terpencil
Mahasiswa UGM Yogyakarta (foto dok/INews)

YOGYAKARTA, iNews.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menerjunkan 78 mahasiswa dalam program kuliah kerja nyata pembelajaran pemberdayaan masyarakat (KKN PPM). Mereka diminta membantu siswa dan guru di daerah yang akses pendidikan online-nya belum memadai.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Irfan Dwidya Priyambada mengatakan, para mahasiswa ini akan ditempatkan di 16 lokasi selama 50 hari. Mereka diminta membantu para siswa dari jenjang SD sampai SMA, yang tidak memiliki akses pendidikan daring. Salah satunya terkendala akses internet atau keterbatasan dalam membeli paket data atau pulsa.

“UGM ingin mahasiswa bisa berperan di masyarakat saat susah,” kata Irfan dalam upacara pelepasan dan penerjunan mahasiswa KKN PPM secara daring, Senin (24/8/2020).

Irfan mengatakan, masa pandemi Covid-19, telah memaksa semua orang belajar atau bekerja dari rumah. Suka atau tidak suka, harus dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. Namun tidak semua warga masyarakat bisa mengakses pendidikan jarak jauh dengan lebih baik.

Bagi mahasiswa teknik, diharapkan bisa membuat perangkat keras untuk menangkap sinyal internet. Jika program ini berhasil, akan diterapkan di seluruh daerah pinggiran dan terpencil yang akses sinyal internetnya susah.

Kasubdit KKN, UGM, Ambar Kusumandari mengatakan, penerjunan mahasiswa KKN peduli pendidikan selaras dengan keinginan Mendikbud Nadiem Makarim. Sebelumnya mahasiswa UGM berhasil membantu siswa yang kesulitan belajar online karena keterbatasan akses pembelajaran secara daring.

“Pak Nadiem meminta mahasiswa KKN juga membantu penanganan permasalahan pendidikan di lapangan. Karena dalam praktiknya banyak terkendala jaringan, fasilitas, dan kompetensi guru serta kesulitan siswa menerima pembelajaran secara daring,” katanya.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM Arif Kusumawanto, mengatakan alat penguat sinyal internet atau penguat wifi akan dibuat secara sederhana. Nantinya akan dibuat antena dari tiang bambu yang dihubungkan dengan kabel yang ada konektornya.

“Sebelum dipasang nanti, akan disurvei dulu agar sinyal internet terpancar dengan baik,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi