Abaikan AS, Turki Borong Lagi Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 16 Agustus 2022 - 23:00:00 WIB
 Abaikan AS, Turki Borong Lagi Sistem Rudal S-400 dari Rusia
Sistem rudal anti-pesawat milik Rusia S-400 (foto: Sputnik)

MOSKOW, iNews.id Turki kembali memborong sistem rudal S-400 Rusia. Belum lama ini Ankara dan Moskow menandatangani kontrak untuk pengiriman sistem pertahanan udara S-400 gelombang kedua.

Turki mengabaikan tekanan Amerika Serikat (AS). Sebelumnya keputusan Ankara tersebut memicu reaksi negatif dari AS. Negara itu bahkan membujuk Turki menyingirkan sistem rudal S-400 tersebut.

Kantor berita TASS, mengutip pejabat militer Rusia, Selasa (16/8/2022) mengatakan kontrak itu juga mencakup produksi beberapa komponen sistem rudal S-400 langsung di Turki.

“Perjanjian terkait telah ditandatangani. Antara lain, itu akan memungkinkan produksi beberapa komponen sistem (S-400 Triumf) secara lokal,” kata Kepala Layanan Federal untuk Kerja Sama Teknis-Militer Rusia (FSVTS), Dmitry Shugayev, di sela-sela Forum Internasional Angkatan Darat-2022, hari ini.

Shugayev yakin, dalam beberapa tahun ke depan, negara mana pun tidak mungkin merancang sistem yang dapat menyaingi sistem rudal S-400 Triumf.

S-400 Triumf' Rusia adalah sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh dan menengah terbaru. Senjata itu dirancang untuk menghancurkan pesawat strategis dan taktis (termasuk jet tempur siluman). Rudal yang ditembakkan S-400 dapat mengenai target udara lainnya dalam tembakan berat dan penanggulangan radio-elektronik.

Turki menjadi negara NATO pertama yang membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Moskow pada 2017. Keputusan Ankara tersebut memicu reaksi negatif tajam dari Amerika Serikat dan aliansi militernya secara keseluruhan.

AS pun berusaha membujuk Turki agar menyingkirkan sistem rudal buatan Rusia itu. Namun, Turki menolaknya. 

Tak senang dengan pendirian Turki itu, Washington DC lantas mengeluarkan Ankara dari program jet tempur generasi kelima F-35. Washington DC juga menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat pertahanan Turki sebagai tanggapannya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: