Ada 18 Kasus Gesekan Massa di DIY, Kapolda: 10 Orang Sudah Tersangka

Kuntadi ยท Jumat, 29 Maret 2019 - 22:18 WIB
Ada 18 Kasus Gesekan Massa di DIY, Kapolda: 10 Orang Sudah Tersangka
Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dhofiri menyampaikan imbauan ke warga untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah jelang Pemilu 2019 dalam kegiatan Tablig Akbar di Mapolres Kulonprogo, Jumat (29/3/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Kampanye Pemilu 2019 yang baru digelar beberapa hari sudah menimbulkan banyak gesekan massa di wilayah DIY.

Tercatat sudah ada 18 gesekan antarmassa selama masa kampanye. Dari belasan kasus itu, 10 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Di DIY sudah ada 18 gesekan ketika kampanye dan ada 10 yang ditetapkan menjadi tersangka,” ungkap Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dhofiri di sela-sela Tablig Akbar di halaman Mapolres Kulonprogo, Jumat (29/3/2019).

Tablig Akbar ini digelar sebagai doa dan harapan kepada Tuhan Yang Mahaesa, agar suasana aman dan kondusif dapat dipertahankan. Apalagi dalam masa kampanye menjelang masa pemilu dan pilpres rawan dengan gesekan yang bisa menimbulkan kerawanan sosial.

Menurut Kapolda, dari 18 kasus tersebut, semuanya terjadi di luar Kulonprogo. Sehingga, suasana kondusif di kabupaten ini harus terus dipertahankan sampai pelaksanaan pilkada.

Kapolda juga berharap suasana kondusif di wilayah DIY untuk dipertahankan menjelang Pemilu dan Pilpres 2019. “Untuk wilayah Kulonprogo suasananya masih cukup kondusif,” ucapnya.

Karena itu, Kapolda mengajak masyarakat harus ikut membantu polisi dalam mewujudkan suasana kondusif ini. Jika ada permasalahan yang berpotensi menimbulkan kerawanan agar dikomunikasikan dengan anggota yang ada di lapangan.  “Jangan sampai ada di Kulonprogo. Suasana ini harus dipertahankan,” kata Kapolda.

Perwira bintang dua ini, juga meminta kepada sleuruh anggotanya untuk menjaga netralitas polisi dalam pilkada. Meski tidak mmeiliki hak pilih, namun  polisi harus bisa mensukseskan pemilu dan pilkada 2019.

Caranya dengan menaga suasana aman dan kondusif dalam kehidupan bermasyarakat. Begitu juga dalam pelaksanaan kampanye juga harus aman dan nyaman bagi peserta maupun masyarakat.

Menurut Ahmad Dhofiri, Polda DIY akan bertindak tegas kepada anggotanya yang terbukti tidak netral. Mereka akan diproses sesuai aturan yang berlaku di internal kepolisian. “Saya tidak segan-segan memberikan sanksi kepada anggota yang terbukti tidak netral,” ucapnya.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution mengatakan, Tablig Akbar ini digelar sebagai bentuk harapan dan doa kepada Allah SWT agar pelaksanaan Pemilu 2019 berlangsung aman.

Meskipun seluruh unsur telah siap mendukung kelancaran Pemilu, namun sebagai makhluk beragama, tak lengkap bila tak diimbangi dengan doa. “Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga suasana aman. Tidak lengkap upaya dan ikhtiar ini tanpa diikuti dengan doa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda memberikan santunan kepada 30 santri Ponpes Darul Quran, Tunjungan, Pengasih, Kecamatan Pengasih.


Editor : Kastolani Marzuki