Ada Dugaan Politik Uang, Tim Kustini-Danang Bentuk Gugus Tugas Anti Money Politics

Priyo Setyawan ยท Rabu, 25 November 2020 - 21:28:00 WIB
Ada Dugaan Politik Uang, Tim Kustini-Danang Bentuk Gugus Tugas Anti Money Politics
Tim pemenangan Kustini-Danang Maharsa memberikan keterangan soal pembentukan Gugus Tugas Money Politics. (Foto : iNews.id/Priyo Setyawan)

SLEMAN, iNews.id -Tim Pemenangan Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa (KSP-DM) membentuk Gugus Tugas Anti Money Politics. Gugas tersebut dibentuk Senin (23/11/2020) dan secara resmi dikukuhkan di sekretariat pemenangan KSP-DM, Rabu (23/11/2020).

Pembentukan gugus tugas ini untuk mewujudkan Pilkada di Sleman yang bebas politik uang. Sebab di sejumlah wilayah Sleman ditemukan adanya indikasi politik uang dengan amplop bergambar salah satu paslon, berisi uang Rp20.000-Rp30.000.

Ketua Tim Pemennagan KSP-DM, Totok Hedi Santosa mengatakan, tim gugus tugas ini berasal dari elemen partai pendukung, relawan dan satgas. Setiap dusun terdiri dari satu tim yang terdiri dari 15-20 orang.

Totok mennjelaskan, dalam dua hari saja gugus tugas yang didampingi satu advokat pada setiap desa telah menemukan indikasi politik uang di beberapa tempat, antara lain Madurejo, Bokoharjo Prambanan, Wedomartani Ngemplak, Sidoarum Godean, Tridadi Sleman, Condongcatur Depok dan Sendangadi Kapanewon Mlati.

“Sejumlah warga menerima amplop berisi uang dan contoh surat suara Paslon nomor urut tertentu. Kami berharap ketegasan Bawaslu menindak tegas kasus tersebut,” kata Totok di sekretariat pemenangan Kustini-Danang Maharsa, Rabu (25/11/2020) malam.

Totok menegaskan tim pemenganan KSP-DM berkomitmen akan melakukan Pilkada dengan jujur. Di antaranya sudah memulainya di internal sendiri, yaitu tidak coba-coba melakukan bitingan dan sekarang ingin memperluas gerakan karena sesungguhnya ini tugas bersama seluruh masyarakat Sleman.

“Adanya dugaan politik uang tersebut, akan kami bawa ke Bawaslu dan ke kepolisian,” ujarnya.

Sekretaris Tim Pemenangan KSP-DM, Abdul Kadir menambahkan, pihkanya menginginkan Pilkada yang berjalan jujur, bersih, dan tanpa intervensi. Harus sesuai dengan undang-undang tanpa politik uang dan fitnah.

“Kita komitmen terhadap Pilkada yang bermartabat untuk mendapatkan pemimpin yang kredibel dan visioner," ujarnya.

Editor : Ainun Najib