Aktivitas Masih Tinggi, Pendakian ke Gunung Merapi Tak Direkomendasikan

Antara ยท Sabtu, 26 September 2020 - 08:46 WIB
Aktivitas Masih Tinggi, Pendakian ke Gunung Merapi Tak Direkomendasikan
Gunung Merapi (Foto: Dokumen PGM Babadan, Magelang)

YOGYAKARTA, iNews.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini stabil. Pendakian masih tak direkomendasikan karena masih berstatus waspada atau level II.

"Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat (26/9/2020).

Berdasarkan analisis foto udara dengan drone pada 26 Juli 2020, volume kubah lava Gunung Merapi sebesar 200.000 meter kubik. Menurut Hanik, analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara Gunung Merapi tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah.

Selain itu, dalam sepekan ini Gunung Merapi tercatat mengalami 14 kali gempa hembusan (DG), 16 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 122 kali gempa fase banyak (MP), 7 kali gempa low frekuensi (LF), 24 kali gempa guguran (RF), dan 7 kali gempa Tektonik (TT).

"Intensitas kegempaan pada minggu ini relatif sama dibandingkan minggu lalu," katanya.

Adapun deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada pekan ini menunjukkan adanya pemendekan jarak tunjam sekitar 2 cm. Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, dapat disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi. Statusnya masih waspada atau level II.

"Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif," ucapnya.

Mengingat masih waspada, BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana. BPPTKG juga mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.


Editor : Nani Suherni