Anggaran Digeser untuk Covid-19, Jalan Rusak di Kulonprogo Tak Tertangani

Kuntadi ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 15:12 WIB
Anggaran Digeser untuk Covid-19, Jalan Rusak di Kulonprogo Tak Tertangani
ilustrasi jalan rusak

KULONPROGO, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo terpaksa menunda perbaikan jalan kabupaten yang kondisi rusak. Alokasi anggaran yang disiapkan digeser untuk penangan Covid-19.

“Anggaran digeser untuk penanganan Covid-19, untuk fisik habis dipangkas,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Nurcahyo Budi Wibowo, Rabu (17/6/2020).

Sebelumnya ada sekitar 55 paket kegiatan fisik peningkatan kualitas jalan yang dianggarkan. Saat ini tinggal tersisa dua paket kegiatan, dan selebihnya dipangkas untuk Covid. Dua paket ini untuk peningkatan jalan ruas Kecamatan Kokap-Pripih dengan pagu anggaran Rp6,8 miliar dan ruas jalan Boro-Gerbosari dngan pagu anggaran Rp9,2 miliar.

Adanya pergeseran pos anggaran ini menjadikan rencana pembangunan jalan tertunda. Padahal beberapa ruas jalan yang ada kondisinya cukup jelek. Seperti ruas Pripih-Palihan, maupun ruas Palihan-Mlangsen yang rusak terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta.

“Sebenarnya di situ sudah dianggarkan, tetapi ikut dicoret. Jadi masyarakat harus sabar,” kata dia.

Ruas jalan Pripih-Palihan, sebenarnya sudah sempat dilakukan pelelangan dan ada pemenang. Namun dalam prosesnya ada sanggahan dari peserta lain sehingga prosesnya harus diulang. Kegiatan ini akhirnya dibatalkan karena anggaran dipindah ke Covid-19.

DPUPKP Kulonprogo, belum berani memastikan untuk mengalokasikan anggaran dalam APBD perubahan 2020 nanti. Semuanya masih akan melihat kondisi penanganan dan penyebaran Covid-19.

“Belum tahu nanti apakah di anggaran bisa diajukan atau tidak,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo Nur Eni Rahayu, mengatakan regulasi memang mengarahkan anggaran belanja infrastruktur dialihkan ke penanganan Covid-19. Dia berharap pada perubahan bisa dialokasikan lagi, dengan melihat kasus Covid-19 di Kulonprogo yang landai.

“Harapan kita pada perubahan masih bisa dilakukan, karena Kulonprogo kasusnya tidak begitu banyak,” ujarnya.

Dewan sebenarnya berharap alokasi dana bantuan sosial itu diwujudkan dalam program padat karya. Para penerima bantuan bisa dialihkan ke sana bukan hanya sebatas bantuan langsung. Namun semuanya tergantung aturannya.

“Kalau itu diwujudkan padat karya, warga terdampak tetap mendapatkan hasil dan pembangunan juga jalan,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi