Asyik Gowes di Malioboro, Puluhan Pesepeda Dicegat Petugas untuk Jalani Rapid Test

Heru Trijoko ยท Minggu, 14 Juni 2020 - 10:15 WIB
Asyik Gowes di Malioboro, Puluhan Pesepeda Dicegat Petugas untuk Jalani Rapid Test
Pesepeda di area Malioboro dicegat untuk jalani rapid test Covid-19, Minggu (14/6/2020). (Foto: iNews/Heru Trijoko)

YOGYAKARTA, iNews.id - Puluhan pesepeda yang melintasi kawasan Malioboro, Yogyakarta, Minggu (14/6/2020) pagi jalani rapid test Covid-19. Rapid test bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di lokasi wisata favorit Kota Yogyakarta tersebut.

Para pengunjung yang didominasi rombongan pesepeda di kawasan jalan Malioboro dikejutkan kehadiran puluhan anggota polisi dan petugas Satpol PP. Petugas mengadang pesepeda dan menginformasikan rapid test.

"Silakan yang mau ikut rapid test berhenti, enggak apa-apa," ujar petugas yang mengadang, Minggu (14/6/2020).

Meski pandemi belum selesai, lokasi Malioboro saat ini sudah terlihat ramai dikunjungi warga. Mereka ada yang berolahraga atau sekedar berjalan-jalan dan duduk-duduk.

"Kebetulan lewat dicegat ditawari ya mau saja. Mudah-mudahan negatif," ucap salah satu pesepeda, Minggu (14/6/2020).

Sayangnya, meski protokol kesehatan diperketat tapi masih ditemukan warga yang tidak mengenangan masker. Satpol PP Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga kini belum bisa memberikan sanksi yang tegas. Mereka yang tidak bermakser hanya diminta keluar dari area Malioboro.

Ketua tim rapid test massal di Jalan Malioboro Budi Santosa mengatakan, target rapid test sebanyak 50 orang. Jika ditemukan hasil rapid test reaktif, maka akan dilanjutkan tes swab.

"Kami lihat masyarakat antusias aktivias takutnya kondisi yang dilakukan tanpa kontrol ternyata ada yang positif. Nah kami takut ada yang tertular," katanya.

Sementara itu, Kabid Linmas Satpol PP DIY Ilham Junaedi menuturkan, saat ini area tempat duduk di Malioboro sudah dipasangi garis silang. Namun, masih ditemukan warga yang duduk di area terlarang tersebut.

"Di Malioboro ada kursi yang dipasangi tali dilarang duduk, tapi masih ada yang langgar," kata Ilham.


Editor : Nani Suherni