Balita di Sleman Tewas Tak Wajar, Diduga Disiksa Kekasih Ibunya

Gunanto Farhan ยท Senin, 10 Agustus 2020 - 21:36 WIB
Balita di Sleman Tewas Tak Wajar, Diduga Disiksa Kekasih Ibunya
Polsek Minggir saat olah TKP kasus dugaan pembunuhan balita 4,5 tahun dengan pelaku yakni kekasih ibu korban. (Foto: iNews/Gunanto Farhan)

SLEMAN, iNews.id - Seorang balita berusia 4,5 tahun tewas dalam kondisi tak wajar di Sleman, Yogyakarta. Polisi yang menyelidiki kasus mendatangi tempat tinggal korban di wilayah Sendangagung, Kecamatan Minggir.

Kedatangan tim inafis dan penyidik Reskrim Polres Sleman menyita perhatian warga setempat yang berkerumun di lokasi, Senin (10/8/2020). Dugaan awal, balita ini menjadi korban penganiayaan JRT (26) yang merupakan kekasih dari ibu korban.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus prarekonstruksi, polisi membawa JRT (26). Dia memperagakan beberapa adegan penganiayaan, seperti memukul korban di kamar, dapur dan toilet.

Kapolsek Minggir AKP Made Wira Suhendra mengatakan, prarekonstruksi ini hasil pengembangan terhadap laporan dari ayah kandung korban. Dia curiga dengan kematian anaknya dan membuat laporan polisi.

"Hasil penyelidikan dan pemeriksaan jenazah ditemukan hal yang tidak wajar. Karena itu kami ke sini untuk prarekonstruksi," ujarnya.

Dalam reka ulang ini total ada 17 adegan dilakukan. Tujuannya agar penyidik dapat memiliki gambaran jelas terkait kronologi penganiayaan yang menyebabkan korban tewas.

"Kasusnya masuh dalam penyelidikan," ucapnya.

Sementara itu, Desra Alvian salah satu tetangga kontrakan mengatakan jika pasangan itu dan anak balitanya baru tinggal kurang lebih tiga bulan di kontrakan. Selama ini memang kerap terdengar pertengkaran. Warga tahunya mereka merupakan suami istri.

"Sabtu malam bayi itu dibawa ke Puskesmas dan ternyata sudah meninggal. Saat itu memang suaminya terdengar marah-marah. Kalau untuk penganiayaan saya gak pernah lihat langsung, cuma tadi saat reka ulang," ujarnya.

Kasus pembunuhan balita ini sudah dalam penanganan polisi. Terduga pelaku yakni JRT juga telah ditahan untuk kepentingan penyelidikan. 


Editor : Donald Karouw