Bandara Baru Yogya Didesain Tahan Gempa 8,8 SR dan Ramah Tsunami

Kuntadi ยท Kamis, 20 September 2018 - 21:51 WIB
Bandara Baru Yogya Didesain Tahan Gempa 8,8 SR dan Ramah Tsunami
Bandara Baru Yogyakarta (NYIA) di Kulonprogo didesain mampu bertahan dari gempa besar dan tsunami. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - Bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport /NYIA) yang dibangun di pesisir selatan Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, didesain ramah terhadap gempa bumi dan tsunami.

Bandara tersebut juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas mitigasi bencana untuk menampung penumpang jika sewaktu-waktu terjadi bencana. "Sudah. Kita sudah siapkan bangunan yang tahan terhadap gempa dengan skala 8,8 SR yang berpotensi terhadap tsunami," kata Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura (AP) I, Taochid Purnama Hadi saat menerima porgran kunjungan dari Wartawan Kepatihan DIY, Kamis (20/9/2018).

Lokasi Bandara NYIA yang berada di Kecamatan Temon, Kulonprogo ini hanya berjarak sekitar 400 meter dari bibir pantai. Desain pembangunan sudah melibatkan arsitek dan para peneliti. Di antaranya mereka yang menangani pembangunan bandara di Jepang yang pernah dilanda tsunami.

Bangunan yang akan dibangun ini memiliki ketinggian sekitar enam meter. Selama ini tsunami diperkirakan dengan ketinggian tiga meter. Sehingga ketika ada alarm tsunami ada tempat evakuasi sementara bagi para penumpang. "Kita pastikan penumpang tetap aman dengan mengikuti prosedur penyelamatan yang ada," ucapnya.

Gedung terminal, imbuh Taochid, juga dilengkapi dengan konstruksi sacrifice column atau kolom yang dikorbankan ketika tsunami menerjang. Letaknya ada di sisi terminal namun dalam konstruksi tersendiri. Kolom ini membantu menggemboskan energi hempasan gelombang yang bersifat destruktif sebelum mencapai fisik terminal.

Sehingga, efek hempasan itu tidak merusak konstruksi terminal tersebut dan penumpang yang berada di dalamnya aman dan selamat. Saat ini masih mengkaji lebih komplet struktur tersebut dan merumuskan bentuknya berupa gedung atau justru hanya berupa tembok.

Kawasan bandara ini juga akan dilengkapi dengan gedung crisis center yang berfungsi sebagai TES penumpang dan warga. Konstruksinya bangunan ditopang pilar yang tinggi dan dilengkapi ram pada akses masuknya. Luasan bangunannya sekitar 4.000 meter persegi dan sanggup menampung hingga 1.000 orang.

"Ketika alarm tsunami ada, pintu kan terbuka dan masyarakat bisa langsung mengaksesnya tanpa harus lari terlalu jauh ke tempat evakuasi," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki