Bantul Larang Pasien Positif Covid-19 Isolasi Mandiri di Rumah

Antara ยท Sabtu, 19 September 2020 - 08:16:00 WIB
Bantul Larang Pasien Positif Covid-19 Isolasi Mandiri di Rumah
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, DIY, Agus Budi Raharjo memberikan keterangan soal penanganan Covid-19. (Antara)

BANTUL, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melarang pasien positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah. Larangan tersebut untuk mencegah penularan di keluarga.

"Sekarang ini Bantul konsisten bahwa semua yang positif Covid-19 harus diisolasi oleh pemerintah. Itu dapat mengurangi penularan dan menjamin tidak terjadi penularan dengan orang lain," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Budi Raharjo, Jumat (18/9/2020).

Dia mengatakan, fasilitas kesehatan yang disiapkan Pemkab Bantul untuk isolasi pasien positif yakni Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) di Bambanglipuro. Selain itu ada shelter di sebuah kantor Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) di Sewon.

Menurutnya, isolasi di fasilitas kesehatan untuk menjamin tidak menular ke anggota keluarga. Selain itu agar biaya perawatan pasien lebih murah ketimbang harus isolasi di rumah.

"Kalau di shelter sudah terprogram semuanya. Sekarang di Jakarta dan bahkan Menteri Kesehatan semua mewajibkan yang positif diisolasi difasilitasi pemerintah. Ini harus dimengerti bagi mereka yang masih ketakutan kalau yang positif kemudian harus diisolasi di shelter," katanya.

Dia menambahkan, kebijakan yang melarang isolasi di rumah juga untuk mengindari kejar-kejaran petugas kesehatan dengan pendatang atau pun warga Bantul yang baru kembali dari luar daerah. Kejadian seperti itu menurutnya pernah terjadi di Bantul.

"Karena tidak ada yang menjamin di rumah itu bisa isolasi. Banyak terjadi kami harus kejar-kejaran dengan warga positif dari Jakarta yang masih masa isolasi, ternyata sampai di Bantul harus kita tangkap. Kita ambil untuk kita bawa ke RS Lapangan," katanya.

Dia menuturkan, total kasus positif di Bantul hingga kini berjumlah 611 orang. Sebanyak 499 orang sudah sembuh, dan 13 orang meninggal dunia. Masih ada 99 orang yang menjalani perawatan.

Editor : Reza Yunanto

Follow Berita iNewsYogya di Google News

Bagikan Artikel: