Bea Cukai Yogyakarta Musnahkan Ribuan Barang Ilegal, dari Sex Toys sampai Handphone

Priyo Setyawan ยท Jumat, 09 April 2021 - 16:39:00 WIB
Bea Cukai Yogyakarta Musnahkan Ribuan Barang Ilegal, dari Sex Toys sampai Handphone
Petugas Bea Cukai KPPBC Yogyakarta memusnahkan barang ilegal. (Foto: iNews.id Prito Setyawan)

SLEMAN, iNews.id - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Yogyakarta memusnahkan ratusan barang ilegal atau yang masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi dokumen lengkap dan tidak diselesaikan oleh pemiliknya di halaman KPPBC TMP Yogyakarta, Jalan Adisutjipto, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jumat (9/4/2021). Mulai dari pakaian, handphone, kamera, sepeda hingga sex toys

Kepela Seki Pelayanan Kepabeaan dan Cukai 6 (Kasi PKC6)   KPPBC TMP Yogyakarta Turanto Sih Wardoyo mengatakan, barang yang dimusnakan tersebut masuk kategori barang larangan dan pembatasan (lartas). Masuk ke Indonesia melalui kiriman Kantor Pos tanpa dilengkapi dokumen.

Barang yang dimusnahkan ini merupakan hasil penyitaan yang dilakukan Bea cukai Yogyakarta sejak pertengahan tahun 2020 hingga Maret 2021. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dan dihancurkan. Cara ini dilakukan guna menghilangkan fungsi dan sifat awal barang, sehingga tidak bisa digunakan lagi. 

“ Total ada 2.169 paket, di antaranya jam tangan, buku-buku, CD, kosmetik, suplemen, obat-obatan, sex toys, alat pancing, sepatu, handphone, mainan, spare parts sepeda motor baru dan bekas, pakaian baru dan bekas, aksesoris serta earphone senilai Rp.998,345 juta,” kata Turanto di sela-sela pemusnahan, Jumat (9/4/2021). 

Terkait tingginya barang dari luar negeri yang masuk tanpa dokumen, kemungkinan karena memang sengaja dan ada yang tidak mengetahui. Seperti pembelian online, pasti pembelinya tahu, sedangkan untuk kiriman keluarganya dari luar negeri bisa jadi penerimanya tidak mengetahuinya.

“Karena itu kami terus akan melakukan sosialisasi untuk masalah ini. Termasuk untuk keadilan dan keamanan, maka melakukan kerjama dengan Kantor Pos dan instansi lain,” paparnya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2