Begini Kronologi Penganiayaan Korban yang Ditemukan Tewas di Kebun Salak

erfan erlin ยท Kamis, 16 Juni 2022 - 19:55:00 WIB
Begini Kronologi Penganiayaan Korban yang Ditemukan Tewas di Kebun Salak
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas di Polres Sleman, Kamis (16/6/2022). (Foto: MPI/Erfan erlin)

SLEMAN, iNews.id - Seorang warga Donokerto Kapanewon Turi ditemukan meninggal di kebun salak di Padukuhan Gading Kulon Kalurahan Donokerto, Rabu (15/6/2022) dengan luka tusuk. Dia ternyata meninggal karena dianiaya lantaran tepergok hendak mencuri cabai.

Wakapolres Sleman Kompol Toni Priyanto menuturkan, dugaan penganiayaan hingga menyebabkan WBP (44) meninggal dunia tersebut, bermula saat pelaku HH diberitahu oleh saudaranya yakni S jika cabai di sawahnya sering hilang dicuri. Selain kerabat, S juga tetangga HH.

"Dan Selasa (14/6/2022) malam HH menawarkan diri untuk ikut menemani S ronda malam untuk menangkap pencuri cabai di ladangnya," kata dia.

Setelah itu, Rabu (15/6/2022) dinihari, sekitar pukul 04.00 WIB, HH dijemput S untuk pergi ke sawah. Keduanya pergi ke sawah berboncengan menggunakan sepeda motor milik S. Mereka bermaksud untuk mengintai pencuri.

Tanpa sepengetahuan S, ternyata HH sudah membawa clurit. Celurit tersebut rencananya memang  akan digunakan untuk melukai pencuri jika tertangkap. Keduanya kemudian melakukan pengintaian di tempat yang tersembunyi.

"Setengah jam kemudian, keduanya melihat korban masuk ke sawah dari arah barat. Tampaknya WBP hendak mencuri (cabai)," ujarnya.

Pelaku anak dan S yang masih berstatus saksi terus mengintai. Keduanya menunggu sampai korban terlihat benar-benar sedang memetik cabai. Sehingga keduanya memiliki alasan untuk mengamankannya.

Melihat korban sedang memetik cabai, keduanya lalu keluar dari persembunyian. Mereka mendekati korban diam-diam dengan mengendap-endap sehingga tidak diketahui korban. "Kemudian HH dan S mengepung korban,"papar dia.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: