Begini Latihan Denjaka dan Kopassus, Dibuang ke Laut dan Dijebloskan ke Sel Tahanan

Ajeng Wirachmi · Sabtu, 04 Desember 2021 - 11:53:00 WIB
 Begini Latihan Denjaka dan Kopassus, Dibuang ke Laut dan Dijebloskan ke Sel Tahanan
Pasukan khusus Denjaka (Detasemen Jala Mangkara) dan Kopassus (Komando Pasukan Khusus) pendidikannya sangat berat dan keras. (Foto : Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pasukan khusus Denjaka (Detasemen Jala Mangkara) dan Kopassus (Komando Pasukan Khusus) pendidikannya sangat berat dan keras. Calon prajurit Denjaka dilatih terjun ke laut dengan tangan dan kaki terikat sementara prajurit Kopassus juga dilatih menghadapi siksaan di dalam sel tahanan.

Meski sama-sama berat dan sangat keras, latihan pasukan elite memiliki orientasi misi berbeda, karena masing-masing dari Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Darat (AD).

Namun yang bisa dipastikan, latihan dari kedua pasukan ini sangat keras. Bahkan, sejak awal seleksi pemilihan prajurit, tahapan yang dilalui sudah tergolong berat. Oleh Karena itu, hanya prajurit terbaik yang bisa bergabung dalam pasukan elite tersebut. 

Lantas, seperti perbedaan kerasnya latihan militer Denjaka dan Kopassus? 

Denjaka terkenal dengan latihan ekstrem yang harus dijalani para personel, salah satunya dilempar ke laut dalam kondisi kaki dan tangan terikat. 

Tak hanya kemampuan fisik yang wajib dimiliki prajuritnya, kecerdasan inteltual juga menjadi tuntutan. Ini terlihat dari proses rekrutmen calon anggota yang mengharuskan mereka memiliki IQ tinggi. 

Para anggota Denjaka ini menjalani pelatihan keras di Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Pendidikan yang wajib ditempuh di antaranya penanggulangan teror aspek laut (PTAL) selama 9 bulan. 

Pelatihan PTAL meliputi materi seputar taktik, teknik antiteror, antisabotase, dan intelijen. Selain itu, ada juga pembekalan seputar cara menembak, renang, bela diri, dan teknik penetrasi rahasia di tiga medan yakni darat, laut, udara. Tak ketinggalan, pemberian materi tentang ketahanan interogasi. 

Meski berada di bawah TNI AL, para personel Denjaka dituntut bisa bertahan dan berperang di segala medan. Demi mencapai hal itu, program pelatihan yang dilakukan terbilang berat.

Jika di laut mereka menempuh latihan bertahan dengan kaki dan tangan terikat, di darat mereka juga harus mampu bertahan hidup dalam hutan selama berbulan-bulan. Terlebih, mereka tidak dibekali makanan apa pun, sehingga kemampuan bertahan sangat ditempa di sini. 

Dari sisi udara, pendidikan prajurit Denjaka bukan lagi mengenai terjun tempur atau terjun payung, melainkan terjun bebas. Waktu latihan para prajurit ini tak hanya dilakukan pada siang, namun juga malam hari.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: