Berburu Minyak Goreng di Gunungkidul, Berangkat Selepas Subuh untuk Sekarton Minyak Goreng

erfan erlin ยท Sabtu, 05 Maret 2022 - 10:00:00 WIB
  Berburu Minyak Goreng di Gunungkidul, Berangkat Selepas Subuh untuk Sekarton Minyak Goreng
Puluhan warga Gunungkidul antre minyak goreng di depan sebuah gudang distributor. Mereka rela antri sejak selepas subuh untuk mendapat 1 karton minyak goreng .( Foto : MNCgroup/erfan erlin)

GUNUNGKIDUL, iNews.id- Minyak goreng masih menjadi barang langka di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Warga dari berbagai kecamatan hampir setiap pagi rela antre di gudang distributor minyak goreng di ibu kota kabupaten, Wonosari.

Tak sedikit dari mereka yang sengaja datang ke Kota Wonosari selepas subuh hanya untuk antre mendapatkan minyak goreng. Padahal gudang distributor baru buka jam 08.00 WIB. Di depan gudang distributor, mereka menata sendal sebagai tanda nomor antrean.

Sutarti, warga Jonge Kalurahan Pacarejo Kecamatan Semanu terpaksa berangkat selepas subuh untuk mengantre mendapatkan minyak goreng seharga Rp14.000 perliternya. Dia harus menempuh perjalanan sejauh 7 kilometer menuju ke gudang distributor yang berada di Kalurahan Baleharjo Kecamatan Wonosari. "Ya gimana. Kalau ndak berangkat pagi nanti ndak kebagian antrian," ujarnya, Sabtu (5/3/2022).

Sutarti mengaku terpaksa antre selepas subuh karena di gudang distributor minyak goreng Baleharjo hanya dibatasi 75 karton setiap periode antrian. Dia sering tidak mendapatkan antrean karena berangkat terlalu siang.

Di gudang distributor tersebut, setiap orang hanya mendapat jatah 1 karton dengan harga Rp14.000 perliter. Sutarti sengaja berburu minyak goreng hingga ke ibukota kabupaten karena di dekat tempatnya tinggal harga minyak goreng mencapai Rp21.000 perliternya. "Ya harus antre kalau tidak harganya mahal," kata dia.

Antrian untuk membeli minyak goreng juga tampak di sebuah gudang sembako di kawasan Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari. Di Gudang ini, ada dua kali kuota yang mereka keluarkan setiap harinya, setiap pagi jam 08.00 dan siang jam 11.00 WIB.

Namun kuota yang disediakan setiap gelombangnya sangat terbatas di mana masing-masing hanya menyediakan 75 karton. Setiap warga yang mengantri hanya diperkenankan membeli paling banyak 1 karton.

Editor : Ainun Najib

Bagikan Artikel: