Beredar Selebaran dan Meme Ajakan Demo Pelajar SMA 30 September, Polda DIY: Itu Hoax

Kuntadi ยท Kamis, 26 September 2019 - 17:58 WIB
Beredar Selebaran dan Meme Ajakan Demo Pelajar SMA 30 September, Polda DIY: Itu Hoax
Meme berisi ajakan untuk pelajar Yogyakarta ikut aksi demo Senin (30/9/2019). (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memantau adanya pesan berantai(broadcast) berisi ajakan kepada pelajar DIY untuk turun ke jalan Senin(30/9/2019). Polisi juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah untuk mengantisipasi aksi tersebut.

“Kita terus memantau dan berkoordinasi dengan sejumlah sekolah SMA dan SMK termasuk dengan guru dan siswa,” kata Humas Polda DIY Kombespol Yulianto, Kamis (26/9/2019).

Dari hasil koordinasi tersebut, kata Yulianto, tidak semua pelajar paham dengan ajakan yang di broadcast tersebut. Banyak sekolah yang tidak mengizinkan siswanya bergabung dalam aksi. Para siswa juga menyatakan tidak akan ikut dalam aksi tersebut.

Sampai saat ini, aksi tersebut belum diketahui siapa yang menggelar aksi, ataupun yang menjadi koordinator lapangan. Polisi juga belum menerima surat pemberitahuan atau izin terkait aksi ini.

“Dari polda, polres sampai polsek belum ada yang menerima surat pemberitahuan akan ada aksi unjuk rasa,” katanya.

Polda menengarai, undangan terbuka yang ditujukan kepada pelajar di DIY ini adalah ajakan Hoax. Di dalam broadcast ataupun meme yang beredar di media sosial, tidak ada yang menjadi penanggung jawab.

“Kami simpulkan sementara itu Hoax,” kata Yulianto.

Sebelumnya beredar surat Undangan Terbuka Siswa/Siswi yang disampaikan oleh Front Aliansi Siswa pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tema “Catatan Akhir Demokrasi di Korupsi 2019 dari Siswa/Siswi Yogyakarta”. Mereka mengajak siswa menggelar aksi Senin (30/9/2019) di sepanjang jalan dari Tugu sampai Titik Nol jam 07.30 WIB.

Titik kumpul keberangkatan, untuk regional SMA/SMK Sleman di Alun-alun Sleman, Kota Yogyakarta di Kantor Gubernur DIY, Kabupaten Bantul di ISI (Institut Seni Indonesia), Kabupaten Kulon Progo di Alun-alun Wates, dan Kabupaten Gunungkidul ada di depan Jalan Kid’s Fun, Banguntapan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga DIY, Kadarmanto Baskoro Aji, meminta sekolah untuk mengantisipasi hal ini. Sekolah menyarankan peserta didik tidak ikut aksi.

Selain alasan keamanan, hari yang dipilih merupakan hari efektif untuk pembelajaran. Siswa wajib hadir di sekolah mengikuti pembelajaran dan masih ada yang melaksanakan ujian tengah semester.

“Kami minta sekolah berkoordinasi dengan OSIS, agar tidak perlu mengikuti kegiatan itu,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah