Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta di Jogja Ditangkap Polisi

Priyo Setyawan · Kamis, 06 Mei 2021 - 14:52:00 WIB
Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta di Jogja Ditangkap Polisi
Petugas menunjukkan ibu yang membuang bayi yang baru dilahirkan di Mapolsek Umbulharjo, Yogyakarta, Kamis (6/5/2021). (Foto: Sindonews/Priyo Setyawan)

YOGYAKARTA, iNews.id – Polsek Umbulharjo, Yogyakarta berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di gerobak bekas jualan tahu walik di daerah Tegalturi, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Jumat (30/4/2021) silam. Pelaku CM (21) mahasiswa asal Papua yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS di Yogyakarta. 

Puskesmas kami amankan di Puskesmas Jetis Senin (3/5/20210,” kata Kapolsek Umbulharjo, Yogyakarta, Kompol Achmad Setyo Budiantoro, Kamis (6/5/2021).

Polisi saat ini masih mendalami motif pembuangan bayi yang dilakukan pelaku. Dari pengakuannya, pelaku takut tidak bisa merawat bayi karena akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
 
Kapolsek mengatakan, CM berstatus mahasiswi salah satu PTS di Yogyakarta yang belum menikah. Bayi ini merupakan hasil hubungan dengan pacarnya. Hanya saja di tengah perjalanan hubungan asmara mereka kandas. Saat itu tersangka sedang hamil dan pascaarnya tidak diketahui keberadaanya. 
 
“Motif dia membuang bayi karena belum menikah. Pelaku juga takut tidak bisa merawat bayi karena akan ditinggal KKN,” ujarnya.
 
Dari hasil pemeriksaan, CM  melahirkan bayi perempuanya di Puskesmas Jetis, Kamis (29/4) pukul 10.00 WIB. Jumat (30/4/2021) sore pukuk 17.00 WIB sudah boleh pulang bersama dengan bayinya. Namun bayi itu tidak dibawa pulang, justru dibuang di sebuah gang dekat gerobak bekas jualan tahu walik di Tegalturi, Giwangan, Umbulharjo, Jumat (30/4/2021) malam.
 
“CM datang ke lokasi dengan menaiki becak. Setelah itu, pulang ke kos yang berada di wilayah Umbulharjo,” katanya. 

Setelah ditinggal, ada  warga yang mendengar suara tangisan bayi dan menemukan bayi tersebut. Penemuan bayi ini kemudian dilaporkan ke polisi. Polisi yang melakukan penyelidikan mendapatkan petunjuk dari popoknya, sehingga dilakukan koordinasi dengan Puskesmas Jetis dan tersangka diamankan.  

Pelaku akan dijerat Pasal 76B jo Pasal 77B UU RI NO 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 thn 2002 tentang Perlindungan Anak atau pasal 305 jo Pasal 307 KUHP  tentang Penelataran anak dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. 

Editor : Kuntadi Kuntadi

Bagikan Artikel: