Cerita Pilot yang Pesawatnya Dibakar Separatis: Saya Ditodong Senjata 5 Orang

Chanry Andrew Suripatty ยท Sabtu, 09 Januari 2021 - 10:59:00 WIB
Cerita Pilot yang Pesawatnya Dibakar Separatis: Saya Ditodong Senjata 5 Orang
Pesawat MAF di Bandara Perintis, Kampung Pagamba, Distrik (Kecamatan) Mbiandoga, dibakar separatis, Rabu (6/1/2021) (Foto: Istimewa)

NABIRE, iNews.id - Separatis yang kerap mengklaim diri sebagai Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) membakar pesawat sipil di Bandara Perintis, Kampung Pagamba, Distrik (Kecamatan) Mbiandoga, Rabu (6/1/2021). Sang pilot Alex Luferchek pun menceritakan detik-detik pesawat dibakar separatis.

Alex Luferchek, pria berkewarganegaraan Amerika Serikat tersebut menceritakan awal mula kejadian yang nyaris merenggut nyawanya saat bertugas di wilayah pedalaman Papua. Saat itu, Rabu (6/1/2021) dia mendapat tugas menerbangkan pesawat milik Misionaris Aviation Fellowship (MAF) ke kampung Pagamba. 

Pesawat MAF CODIAK C100 yang dikemudikannya terbang dari Bandara Nabire membawa bahan makanan dan bantuan kemanusiaan untuk gereja setempat. Dalam penerbangan tersebut terdapat dua penumpang. 

Namun pada saat berada di atas bandara Pagamba Kabupaten Intan Jaya pesawat tidak dapat mendarat karena terkendala cuaca kabut sehingga Alex selaku  pilot memutuskan untuk kembali ke bandara Nabire guna mengisi bahan bakar dan akan kembali terbang  ke kampung Pagamba. 

Usai mengisi bahan bakar di Nabire, sekitar pukul 08.15 WIT, pesawat  kembali melakukan penerbangan menuju kampung Pagamba. Pada saat mendarat di bandara perintis, kampung Pagamba Alex menceritakan, tiba-tiba ada seorang  yang lari melintas di depan pesawat sambil meniup pluit dan tidak lama kemudian keluar segerombolan orang yang diduga kuat merupakan sebagai separatis.

"Mereka keluar dari samping bandara dan terlihat lima orang menodongkan senjata ke arah saya dan menyuruh saya turun dari pesawat, setelah saya turun dari pesawat mereka (seperatis) memerintahkan untuk berjalan ke depan pesawat lalu disuruh duduk sambil melihat ke tanah," ujar Alex saat memberikan keterangan kepada pihak Satgas Gakum Polda Papua di Mapolres Nabire, Kamis (7/1/2021). 

Pada saat dirinya duduk di depan pesawat sambil menundukkan muka sekitar 15 menit datanglah pendeta dan beberapa masyarakat lalu memeluk Alex. Mereka meminta separatis untuk tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap Alex.

"Setelah saya merasa aman saya mengangkat muka dan melihat mereka (separatis) sedang menurunkan Bama dari dalam pesawat dan setelah menurunkan bama, mereka membakar bagian dalam pesawat," ujarnya. 

Setelah melihat dalam pesawat sudah terbakar Alex bersama pendeta dan beberapa masyarakat berlari menjauh dari pesawat mengarah ke sebuah gereja untuk mengamankan diri, berselang 10 menit kemudian terdengar bunyi ledakan dari pesawat yang terbakar.

"Sekitar tiga jam saya diamankan di dalam gereja, pendeta bersama masyarakat membawa saya untuk bergeser ke Kampung Togai yang letaknya tidak jauh dari kampung Pagamba untuk mengamankan diri saya sambil menunggu bantuan evakuasi dari Nabire, namun sebelum tiba di kampung Togai datang seorang pendeta dan mengatakan kalau komandan kelompok kriminal bersenjata (KKB) inggin bertemu dengan saya sebagai Pilot, sehingga saya bersama pendeta dan masyarakat kembali ke gereja Pagamba untuk bertemu dengan komandan KKB," katanya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2