Dampak Musim Kemarau Ketinggian Air Waduk Sermo Kulonprogo Menurun
KULONPROGO, iNews.id – Memasuki musim kemarau, ketinggian air di Waduk Sermo, Kabupaten Kulonprogo, DIY, mengalami penurunan. Air terus menyusut lantaran tidak turun hujan beberapa pekan terakhir.
Koordinator Lapangan Pengelola Waduk Sermo, Novika Prabowo mengatakan, musim kemarau telah menyebabkan air waduk Sermo menurun.
"Tidak adanya air hujan menjadikan debit air semakin sedikit yang masuk di Sungai Ngrancah yang bermuara di Waduk Sermo," ujar dia saat dikonfirmasi wartawan di Kabupaten Kulonprogo, DIY, Senin (24/6/2019).
Pada awal bulan lalu, ketinggian air di Waduk Sermo mencapai 132 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Namun pada akhir pekan sudah turun di level 131,13 Mdpl.
"Pertengahan bulan lalu sempat ada hujan tiga hari, tapi tidak berpengaruh," ujarnya.
Mesti menurun, fungsi Waduk Sermo masih normal. Air masih bisa dipakai untuk menyuplai kebutuhan irigasi. Suplai air untuk wilayah Pengasih juga dapat memenuhi kebutuhan hingga 800 meter kubik per detik.
Air dari saluran Waduk Sermo masih bisa dipakai untuk menyuplai kebutuhan pada masa tanam kedua. Selain itu, air irigasi juga akan ditopang dari saluran kali Papah.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariadi, mengakui dampak kemarau panjang telah menyebabkan kekeringan dengan menurunnya volume air di sejumlah kecamatan.
"Khususnya di Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang. Kebutuhan air bersih tidak akan seperti tahun lalu saat ada perbaikan di Kalibawang," katanya.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal