Dampak Sistem Zonasi, Sekolah di Pinggiran Kekurangan Siswa Baru

Kismaya Wibowo ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 13:00 WIB
Dampak Sistem Zonasi, Sekolah di Pinggiran Kekurangan Siswa Baru
Sejumlah siswa mendaftarkan di SMK Negeri Ponjong, Gunungkidul. (Foto iNews.id/ Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait pendaftaran peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi, dikeluhkan oleh sekolah yang terletak di perbatasan. Sistem ini menjadikan sekolah sulit untuk menjaring siswa baru, khususnya dari luar zona yang sudah ditentukan.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) Ponjong Gunungkidul, Suwarsidi mengatakan, sejak penerapan sistem PPDB online menggunakan zonasi, sekolah ini kesulitan mendapatkan peserta didik baru. Para siswa yang mendaftar hanya dari sekitar sekolah sesuai dengan pemetaan zonasi.

"Tahun lalu kita kekurangan 28 siswa, tahun ini kurang 76 siswa ,” kata Suwarsidi, Selasa (7/7/2020).

Setiap tahun ajaran baru, SMK Ponjong memiliki kuota 252 siswa. Tahun ini baru mendapatkan 172 siswa yang mayoritas merupakan warga Gunungkidul. Dulu sekolah ini banyak diminati pelajar dari daerah Praci, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

“Lokasi sekolah ini berbatasan dengan Wonogiri, dulu wilayah Praci menjadi kantong siswa di sini,” katanya.

Sekolah ini memiliki tiga jurusan, yakni teknik kendaraan ringan 3 kelas, multi media 2 kelas dan audia vidio ada 2 kelas. Khusus kelas audio dari kapasitas 72 siswa baru mendapatkan 20 siswa.

Pihak sekolah hanya bisa pasrah atas kondisi ini. Mereka hanya bisa tunduk kepada sistem yang diterapkan oleh pemerintah.

Selain pengaruh sistem, Suwardisi menengarai kondisi ini tidak lepas dari dampak Covid-19. Pihak sekolah tidak bisa melakukan sosialisasi efektif terkait peserta didik baru.

“Sosialisasi kita cuma online, jadinya tidak efektif,” katanya.

Pihaknya berharap kepada pemerintah agar bisa melakukan evaluasi sehingga sekolah yang ada di perbatasan bisa mendapatkan siswa lebih banyak.

"Semoga bisa segera dievaluasi, jangan sampai kelas ditutup karena tidak ada siswa,” kata Suwarsidi.


Editor : Kuntadi Kuntadi