Djibouti, Negara Kecil yang Miliki Markas Militer dari 5 Negara

Muhaimin ยท Sabtu, 17 Juli 2021 - 20:43:00 WIB
 Djibouti, Negara Kecil yang Miliki Markas Militer dari 5 Negara
Dubes Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika Al Busyra Basnur, saat menunjukkan sekilas kondisi geografis Djibouti. (Foto/Sreenshot YouTube/The B Siblings)

DJIBOUTI CITY, iNews.id - Djibouti merupakan negara kecil berpenduduk mayoritas muslim. Meski kecil, negara di pinggir Teluk Aden ini menjadi markas militer lima negara. 

Djibouti  hanya berukuran 23.250 kilometer persegi, namun memiliki keunikan yang mencengangkan. 

Dubes Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika; Al Busyra Basnur, menceritakan keunikan Djibouti. "Penduduknya sekitar 1 juta jiwa, 90 persen menganut agama Islam," kata Dubes Basnur.

Tidak ada Kedutaan Besar Indonesia di negara tersebut. Kepentingan Indonesia dan timbal baliknya dirangkap oleh Kedutaan Besar Indonesia di Addis Ababa di Ethiopia.

"Setiap ada kepentingan Indonesia di Djibouti, maka saya atau rekan kerja saya di kedutaan, terbang dari Addis Ababa ke Djibouti. Tida jauh, hanya 1,5 jam saja dengan pesawat terbang," ujar diplomat Indonesia tersebut dalam paparannya di channel YouTube The B Siblings, yang dikutip SINDOnews.com, Sabtu (17/7/2021).

Hubungan resmi bilateral kedua negara baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya berlangsung dengan sangat baik, khususnya sejak dibukanya hubungan diplomatik kedua negara pada 1979.

Tahun 2005, Presiden Djibouti Ismael Omar Guelleh menghadiri Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-50 di Indonesia.

"Djibouti adalah salah satu gateway produk-produk Indonesia ke Afrika Timur terutama ke Ethiopia," ujar Dubes Basnur.

"Di Djibouti terdapat pangkalan militer Amerika Serikat, Prancis, Italia, China dan Jepang," lanjut dia. "Selain itu, Djibouti menjadi markas besar Gugus Tugas Angkatan Laut Uni Eropa."

"Kenapa banyak sekali, karena meskipun Djibouti negara berukuran kecil, namun memiliki peran yang sangat penting dan strategis, terutama di bidang ekonomi," kata dia.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2