Hikmah

Doa setelah Sholat Dhuha sesuai Sunnah, Arab, Latin, Arti serta Keutamaan

Faqihah Husnul Khatimah · Jumat, 23 September 2022 - 05:30:00 WIB
Doa setelah Sholat Dhuha sesuai Sunnah, Arab, Latin, Arti serta Keutamaan
ilustrasi doa setelah sholat dhuha dan keutamaannya. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id – Bacaan doa setelah sholat dhuha sesuai sunnah berikut ini penting diketahui untuk diamalkan Muslim agar mendapat keberkahan rezeki.

Hukum sholat dhuha yakni sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan rutin. Hal ini setidaknya karena shalat ini sering dilakukan oleh Rasulullah SAW dan tidak hanya itu Nabi SAW juga mewasiatkan kepada umatnya semua untuk juga merutinkan sholat dhuha.

Sholat dhuha sebaiknya dikerjakan saat matahari mulai naik antara pukul 06.30 WIB sampai seperempat siang antara pukul 10.00 WIB.

Melansir dari Panduan Shalat Lengkap (Wajib dan Sunah) karangan Moh Hasan, sholat dhuha adalah sholat yang paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat yang dikerjakan pada pagi hari ketika matahari telah bercahaya terang setelah terbit. 

Kata dhuha berasal dari ad-dhuha artinya matahari naik. Sholat dhuha memiliki nama lain, yaitu sholat Isyra atau sholat di waktu pagi. Waktu paling tepat untuk melaksanakan sholat dhuha adalah seperempat waktu siang pada pukul 08.00–09.00 pagi. Pengambilan waktu ketika seorang muslim sedang bekerja agar dia tidak lupa dengan Sang Pencipta.

Rasulullah SAW pun telah menganjurkan untuk melaksanakan sholat dhuha.

Dari Abu Hurairah ra. bahwa ia berkata Kekasihku (Rasulullah) saw. mewasiatkan kepaku tiga hal, yaitu puasa tiga hari, dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur. (HR. Bukhari)

Doa Setelah Sholat Dhuha Sesuai Sunnah

Rasulullah SAW sebenarnya tidak memberikan doa khusus setelah sholat dhuha. Doa apa pun boleh diucapkan. Namun, ulama memberikan contoh doa yang bisa diamalkan setelah selesai melaksanakan sholat dhuha.

Berikut bacaan doa setelah sholat dhuha sesuai sunnah lengkap tulisan Arab, Latin, dan Artinya serta Keutamaan

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ, وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ, وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ, وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ, وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ, وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ, وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ, بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ. آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: Allaahumma innadh-dhuhaa’a dhuhaa’uka wal-bahaa’a bahaa’uka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal-’ishmata ‘ishmatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu wa in kaana fil-ardhi fa akhrijhu wa in kaana mu’siran fa yassirhu wa in kaana haraaman fa thahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi dhuhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika aatinii maa aataita ‘ibaadakas-shaalihiin.

Artinya: Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: