Fokus Kembangkan Sektor Pariwisata, Bantul Lakukan Pendataan Desa Wisata

Ainun Najib ยท Selasa, 23 November 2021 - 02:31:00 WIB
 Fokus Kembangkan Sektor Pariwisata, Bantul Lakukan Pendataan Desa Wisata
Pemkab Bantul fokus mengembangkan sektor pariwisata utamanya pengembangan desa wisata. (Foto : @watumabur_camp)

BANTUL,iNews.id - Pemkab Bantul fokus mengembangkan sektor pariwisata utamanya pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Sektor pariwisata ini merupakan penggerak ekonomi masyarakat di samping pertanian dan industri.

"Pengembangkan wisata bisa meningkatkan PAD dan PDRB. PAD untuk pemerintah, sementera PDRB untuk warga yang dibuktikan dengan peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat Workshop Pengembangan Desa Wisata di Rumah Dinas Bupati, Senin (22/11/2021).

Halim menyebut di Bantul saat ini community based tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat berkembang dengan pesat. Anak-anak muda Bantul yang kreatif mampu mendatangkan wisatawan dengan mengubah potensi alam menjadi objek wisata yang menarik dan instagramable. 

"Kita fokus pada CBT, di sana ada inisiatif rakyat langsung. Anak-anak muda yang kreatif mampu mengubah potensi alam menjadi indah instagramable dan itu dibiayai oleh mereka sendiri," kata Halim.

Halim menyebut saat ini perkembangan objek wisata berbasis CBT ini sangat pesat di Bantul. Tercatat ada 43 CBT di Bantul dan trennya terus bertambah. Namun saat ini pemerintah belum bisa ikut membantu pendanaan lantaran terganjal anturan.

"Kenapa pemerintah belum bisa masuk, bisa karena status lahan atau yang lainnya. Contohnya Taman Glugut lahannya milik masyarakat makan menjadi kendala dan masih banyak contoh lainnya," ujarnya.

Halim menyebut, pemerintah kabupaten banyak menghadapi kendala aturan saat ingin membantu pariwisata berbasis masyarakat ini.  

"Berapa banyak kita mau bantu CBT itu tapi lahannya ternyata tak jelas. Bahkan milik kas desa pun setelah kita teliti cermati belum ada keputusan lurah, izin gubernur, kekancingan keraton jika itu tanah SG dan lain sebagainya," ujarnya.

Dalam waktu sekat Pemkab bantul akan mengumpulkan lurah-lurah untuk menyelesaikan ini. "Jika itu klir maka kita bisa berikan bantuan APBD kepada CBT ini," ujarnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan saat ini hanya ada 26 CBT kategori sehat di Bantul dari 43 yang ada. "Ada 6 yang aras-arasen dan 7 tidak jelas bahkan ada yang pengurusnya sudah tidak ada," katanya. 

Meski demikian Kwintarto mengakui jika tren CBT ini terus bertambah. Saat ini pihaknya juga terus melakukan pendataan pariwisata berbasis masyarakat ini. Harapanya, Juli nanti pendataan bisa selesai. 

"Persoalnya banyak. Seperti status tanah, misalnya yang menggunakan tanah SG, yang di bantaran sungai belum ada izin dan sebagainya. Kalau jalan sendiri-sendiri akan susah. Kita akan urus bersama-sama," ujarnya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: