get app
inews
Aa Text
Read Next : Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

Gara-Gara Pandemi Covid-19, Produksi Tempe di Sleman Turun hingga 57%

Sabtu, 02 Januari 2021 - 20:09:00 WIB
Gara-Gara Pandemi Covid-19, Produksi Tempe di Sleman Turun hingga 57%
Produsen tempe di Joho, Condongcatur, Depok, Sleman. (Foto : Ist)

SLEMAN,iNews.id - Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada  kesehatan, namun juga berimbas pada sektor ekonomi. Salah satunya adalah usaha kecil menengah (UKM). 

Di Sleman, produsen tempe di Joho, Condongcatur, Depok produksinya turun hingga 57%. Hal ini lantaran kedelai sebagai bahan dasar pembuat tempe berkurang. Sebab kedelai impor sulit masuk Indonesia. 

Sementara kedelai lokal belum bisa memenuhi kebutuhan produksi. Sehingga harga kedelai juga mengalami kenaikan hingga 30%, yakni dari Rp7200 menjadi Rp9200 per kilogram (kg).

Salah satu pengusaha tempe di Joho, Triono (42) mengatakan, kenaikan harga kedelai itu dirasa sejak awal  pandemi, Maret 2020. Meski begitu dirinya tetap memproduksi tempe namun terpaksa mengurangi jumlahnya. 

Dari rata-rata 700 Kg per hari menjadi hanya  300 Kg per hari atau berkurang hingga 57%.  “Ini dilakukan untuk tetap memenuhi permintaan pelanggan,” kata Triono, Sabtu (2/1/2020).

Meski bahan baku sulit didapat, Triono tidak menaikkan harga. Untuk tempe ukuran paling besar dengan berat 500 gram dijual dengan Rp6.000. Tempe ukuran 350 gram Rp3.000 dan tempe dengan berat 100 gram dijual Rp2.000. “Dengan tidak ada kenaikan harga, permintaan pelanggan terus ada,” ujarnya.

Untuk itu, berharap pemerintah memperhatikan para produsen tempe dengan menurunkan harga kacang kedelai. 

Editor: Ainun Najib

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut