Gelar Ritual Penggandaan Uang di Parangtritis, Gus Joyo Ditangkap Polisi

Nani Suherni ยท Jumat, 16 Oktober 2020 - 07:08 WIB
Gelar Ritual Penggandaan Uang di Parangtritis, Gus Joyo Ditangkap Polisi
Ilustrasi ritual penggandaan uang di Parangtritis (Foto: Antara)

BANTUL, iNews.id - Seorang dukun bernama Gus Joyo, warga Desa Sinungrejo, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) ditangkap polisi. Dia terlibat aksi penipuan dengan modus ritual penggandaan uang yang digelar di kawasan Parangtritis, Bantul.

Korban penipuan ini menimpa seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial W warga Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman. Akibat hal itu perempuan berusia 52 tahun tersebut mengalami kerugian uang mencapai puluhan juta rupiah.

Kapolsek Kretek, Kompol S Parmin mengatakan peristiwa itu berlangsung pada awal bulan Oktober 2020. Korban awalnya berkeluh kesah dengan salah seorang rekannya warga Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terkait persoalan keuangan.

Mendengar unek-unek itu, rekan korban merasa iba dan berniat membantu menuntaskan permasalahan tersebut. Rekan korban mengaku jika kenal dengan seorang dukun yang memiliki kemampuan bisa menggandakan uang.

"Korban kemudian dikenalkan dengan salah seorang pelaku berinisial M (43) alias Gus Joyo warga Desa Sinungrejo, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Setelah itu dia (korban), komunikasi sendiri dengan korban," ujarnya dilansir dari website resmi Polres Bantul, Jumat (16/10/2020).

Selanjutnya pelaku menanyakan ihwal jumlah uang yang akan digandakan korban. Uang sebesar Rp35 juta pun disanggupi korban. Setelah bersepakat, Gus Joyo yang merupakan pengangguran ini bertemu salah seorang rekannya berinisial S (60) warga Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman menyusun rencana untuk mengadakan ritual di salah satu penginapan di kawasan Parangtritis.

Kemudian, pada 4 Oktober 2020, antara korban dengan pelaku bertemu di penginapan. Di lokasi tersebut, pelaku lantas meminta uang korban Rp35 juta dengan alasan untuk membeli ubo rampe sebagai syarat ritual penggandaan uang. Pada tahap awal, korban meminta penggandaan mencapai Rp100 juta.

"Uang Rp35 juta diminta untuk beli alat penggandaan. Tapi itu alasan abal-abal, mereka pergi bawa uang itu," ucapnya.

Korban curiga dan merasa tertipu setelah pelaku tak kunjung kembali ke penginapan. Peristiwa itu keesokan harinya kemudian dilaporkan ke Mapolsek Kretek. Tindak lanjut atas laporan, dalam hal ini jajaran Unit Reskrim kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Alhasil Gus Joyo berhasil dibekuk di wilayah Sinungrejo, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Selasa (13/10/2020). Sementara S pada saat itu turut diringkus di kontrakannya di wilayah Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman.

Dalam penangkapan itu, turut diamankan barang bukti di antaranya sepeda motor Mio milik pelaku, sisa uang hasil penipuan Rp3 juta, sebuah handphone dan tas. Kedua pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Dari pengakuan uang telah habis untuk judi,” katanya.


Editor : Nani Suherni