Gunakan Bahasa Daerah dan Baju Adat, Perkenalan Mahasiswa Baru UMY Pecahkan Rekor MURI

Kuntadi ยท Selasa, 14 September 2021 - 09:45:00 WIB
Gunakan Bahasa Daerah dan Baju Adat, Perkenalan Mahasiswa Baru UMY Pecahkan Rekor MURI
UMY mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia. (Foto: doc/Humas UMY)

BANTUL, iNews.id – Masa Taaruf (Mataf) sebagai tradisi penyambutan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai Perkenalan Mahasiswa Baru Secara Daring Mengenakan Baju Adat dan Berbahasa Daerah Terbanyak. Setidaknya ada 2.000 video dengan menggunakan 73 bahasa daerah dari 34 provinsi di Indonesia.

Mataf UMY 2021 ini dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting dan disiarkan melalui akun YouTube UMYogya. Meskipun berlangsung secara daring, agenda pembukaan Mataf tetap dilaksanakan di Gedung Sportorium UMY pada Senin (13/09/2021) dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rektor, Pimpinan Fakultas dan perwakilan mahasiswa baru. 

“Tahun ini UMY menerima 5.279 mahasiswa baru yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Sebanyak 40 mahasiswa merupakan mahasiswa asing dari 17 negara,” kata  Wakil Rektor I Bidang Akademi UMY, Sukamta, Senin (13/9/2021). 

Dengan keberagaman yang ada, panitia mengambil kesempatan untuk memecahkan rekor melalui penugasan yang diberikan kepada para mahasiswa baru. Setiap mahasiswa baru diminta membuat video perkenalan menggunakan bahasa daerah dan mengenakan baju adat dari daerah masing-masing, hingga terkumpul 2.000 video terbaik dengan 73 bahasa daerah dari 34 provinsi di Indonesia.

Perwakilan dari MURI Sri Widiyati ikut menyaksikan langsung proses verifikasi pencatatan dan menyerahkan penghargaan kepada Wakil Rektor. Menurutnya, UMY selalu kreatif dalam melakukan kegiatan. Setidaknya sudah ada 11 rekor MURI yang dipecahkan sejak 2005 lalu. 

“Ini merupakan kali kesebelas UMY mencatatkan Rekor MURI sejak tahun 2005 lalu. Dan rekor pada tahun ini tidak hanya dicatat dalam rekor nasional namun juga tercatat dalam rekor dunia Indonesia,” katanya.  

Editor : Kuntadi Kuntadi

Bagikan Artikel: