get app
inews
Aa Text
Read Next : Gunung Semeru Meletus, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 6.000 Meter

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 1 Km ke Arah Kali Krasak, Status Masih Siaga

Senin, 16 Februari 2026 - 18:50:00 WIB
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 1 Km ke Arah Kali Krasak, Status Masih Siaga
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran sejauh 1 kilometer ke arah hulu Kali Krasak, status masih Siaga. (Foto: iNews TV)

YOGYAKARTA, iNews.id - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan peningkatan aktivitas, Senin (16/2/2026). Badan Geologi melaporkan terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 1.000 meter atau 1 kilometer.

Berdasarkan data pos pengamatan, peristiwa awan panas Gunung Merapi terjadi pukul 08.04 WIB. Luncuran mengarah ke barat daya atau tepatnya ke hulu Kali Krasak.

"Awan panas guguran di Gunung Merapi Senin 16/02/2026, estimasi jarak luncur 1.000 meter dengan amplitudo maks 6,53 mm durasi 131 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Krasak)m" tulis akun @badangeologi, Senin (16/2/2026).

Data seismik mencatat awan panas Gunung Merapi memiliki amplitudo maksimum 6,53 milimeter dengan durasi gempa selama 131 detik. Aktivitas ini terpantau jelas dari pos pengamatan setempat.

Meski terjadi awan panas, status Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III Siaga. Status tersebut telah ditetapkan sejak 5 November 2020 dan belum mengalami perubahan.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Warga diminta tidak melakukan aktivitas di zona bahaya yang telah ditetapkan.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui kanal resmi Badan Geologi. Langkah ini penting guna mengantisipasi potensi bahaya susulan.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut