H-3 Lebaran, Terminal Jombor Sleman Masih Sepi

Antara ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 17:00 WIB
H-3 Lebaran, Terminal Jombor Sleman Masih Sepi
Suasana di Terminal Jombor, Sleman, Kamis (21/5/2020). (Foto: Antara/Luqman Hakim)

SLEMAN, iNews.id - Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (21/5/2020). Jumlah penumpang tampak jauh menurun dari hari normal.

Dari pantauan, mayoritas agen bus malam di Terminal Jombor tutup. Di halaman terminal itu hanya terparkir satu bus malam antarkota antarprovinsi (AKAP) tanpa disertai aktivitas penumpang yang berlalu lalang.

"Rata-rata penumpang yang berangkat untuk satu bus tidak sampai lima orang setiap harinya," kata Penasihat Paguyuban Agen dan Perwakilan Bus Malam (Pabima) Terminal Jombor Sony Kurniawan ditemui di Terminal Jombor, Sleman, Kamis (21/5/2020).

Menurut Sony, penurunan jumlah penumpang secara drastis di Terminal Jombor terjadi sejak muncul Covid-19 di Tanah Air. Seluruh agen tutup seiring kebijakan pemerintah yang melarang transportasi umum beroperasi mulai 24 April 2020.

Namun, secara bertahap agen bus malam itu mulai membuka layanan kembali pada 10 Mei 2020. Dari 54 agen bus malam yang ada di Terminal Jombor, hanya delapan agen yang kini memutuskan membuka layanan kembali.

"Namun jangan dibandingkan dengan lebaran tahun kemarin. Dibandingkan hari biasa saja, kondisi sekarang sudah terbalik 180 derajat," kata Sony.

Sony yang juga perwakilan Agen PO Murni Jaya menyebutkan jumlah penumpang tidak lebih dari lima orang itu mayoritas bertujuan ke DKI Jakarta. Para penumpang harus memiliki surat tugas, hingga surat keterangan bebas Covid-19.

"Untuk tarif, karena ini diberlakukan pembatasan maka kami pasang Rp500 ribu per orang," kata dia.

Petugas Posko Terminal Jombor dari Dinas Perhubungan DIY, Windiarti mengatakan sebagian besar penumpang memiliki tujuan dari dan ke Magelang serta Muntilan, Jawa Tengah. Jumlah bus yang berangkat rata-rata empat hingga lima bus per hari.

"Kebanyakan perjalanan lokal. Itu-itu saja orangnya karena rata-rata memang mereka memiliki pekerjaan di Yogyakarta atau sebaliknya," kata Windiarti.


Editor : Nani Suherni