HUT ke-7 Perindo, Warga : Semoga Makin Maju dan Peduli Orang Kecil
SLEMAN, iNews.id - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-7, Jumat (8/10/2021). Keberadaan Perindo disambut baik oleh para pedagang Pasar Stan, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
Hal itu, seperti yang diungkapkan pedagang makanan kecil Pasar Stan, Kusnanto (50). Dia berharap Partai Perindo semakin maju, berkembang serta bisa memotivasi kepada rakyat kecil. Sehingga kehadiran Perindo memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama gerakannya dalam membantu masyarakat bawah.
“Semoga kehadiran dan adanya bantuan Perindo, kami para pedagang ini tetap bisa eksis melanjutkan usaha,” kata warga Banguntapan, Bantul itu.
Sosialisasi Perindo sendiri juga bagus, yakni terjun langsung ke masyarakat. Seperti dengan membagikan bingkisan kepada pedagang pasar maupun kegiatan lainnya. Bukah hanya di pasar namun juga batuan yang menyasar ke kalangan bawah.
“Dengan langkah ini, semoga dalam Pemilu mendatang hasilnya akan lebih baik lagi,” ujarnya.
Pedagang lainnya, Asih (55) mengatakan, selama ini Perindo sudah banyak membantu kalangan bawah. Adanya bantuan itu, beban kehidupan semakin ringan dan lebih semangat lagi dalam menjalani kehidupan. Untuk itu dia berharap Perindo semakin sukses dan banyak memberikan bantuan kepada orang-orang kecil. “Semoga Perindo ke depan semain besar dan maju,” kata warga Kredenan, Maguwoharjo, Depok, Sleman ini.
DPW Perindo DIY dalam rangka HUT ke-7 Perindo memberikan bingkisan kepada para pedagang pasar di wilayah DIY. Di awali di Pasar Stan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jumat (8/10/2021). Ratusan bingkisan diberikan kepada para pedagang di pasar ini.
Ketua DPW Perindo DIY, Yuni Astuti mengatakan pembagian bingkisan ini bentuk komitmen dan sejalan dengan tujuan partai Perindo yang ingin mewujudkan masyaakat Indonesia lebih sejahtera.
“Dalam rangka HUT Ke-7 Perindo, selama tujuh hari kami mendatangi tujuh pasar yang ada di wilayah DIY untuk membagikan paket bingkisan kepada para pedagang,” kata Yuni.
Editor: Ainun Najib