Industri Fashion di Yogyakarta Siap Bangkit dari Pandemi Covid-19
SLEMAN, iNews.id - Kasus Covid-19 yang terus melandai menjadi angin segar bagi pelaku usaha fashion di DIY. Mereka berharap pandemi berakhir dan industri fashion bisa kembali bangkit.
“Mudah-mudahan industri fashion kembali bangkit, karena dua tahun pandemi Covid-19 kami sangat merasakan dampaknya,” kata perancang busana, Yosephine Mariani atau yang akrab disapa Ani Seto, pada launching Seni Kriya 2022 di Jogja City Mal, Selasa (20/9/2022).
Pemilik Brand Rok Lukis Yose Art ini mengaku para pelaku fashion saat ini sangat bersemangat untuk kembali bangkit. Bahkan ada perwakilan dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) yang pergi ke New York untuk melihat trend busana dunia.
Mereka berharap ada dukungan dari masyarakat untuk ikut memajukan produk lokal. Apalagi industri fashion sangat luas, dari perancang, perajin batik, hingga model dan fotografer.
“Kami sudah siapkan berbagai agenda, salah satunya Seni Kriya 2022 yang akan digelar bulan November nanti,” katanya.
Ani Seta mengaku masih menunggu trend fashion 2023 dari teman-temannya yang ada di New York. Namun dia percaya, batik, tenun, dan lurik masih tetap akan menjadi trend pasar yang diminati masyarakat.
Direktur Event PT AIRA Mitra Media, dwiki Arief Rahman mengatakan, even ini akan dilaksanakan pada 17–20 November 2022 di Atrium Jogja City Mal. Mengusung tema Tradition Meets Innovation, akan ditampilkan kolaborasi pameran produk UMKM, pembuatan kerajinan kriya hingga peragaan busana dari kelas nasional dan internasonal.
“Event ini merupakan upaya pengembangan kualitas dan kuantitas pelaku industri kreatif yang menjadi lokomotif ekonomi kreatif Indonesia, khususnya perajin dan pelaku UKM,” katanya.
Nantinya akan ada empat kali peragaan busana dalam dua sesi sore dan malam, menampilkan hasil rancangan 80 perancang busana.
Editor: Kuntadi Kuntadi