Ini Cara Kapten PSS Sleman Usir Bosan saat Liga 1 2020 Dihentikan

Arif Budiwinarto ยท Senin, 20 April 2020 - 06:30 WIB
Ini Cara Kapten PSS Sleman Usir Bosan saat Liga 1 2020 Dihentikan
Kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto (foto: Twitter)

SLEMAN, iNews.id - Pemain Liga 1 2020 punya sejumlah aktivitas mengusir kebosanan saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Seperti yang dilakukan kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto, Di rumah, Bagus menghabiskan waktu dengan merawat ikan peliharaan.

PSS Sleman meliburkan skuad sejak pekan ketiga Maret 2020 menyusul keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menunda sementara gelaran Liga 1 2020 akibat pandemi virus corona.

Belum jelas sampai kapan penundaan tersebut berjalan, sebab keputusan melanjutkan atau menyetop kompetisi bergantung pada perkembangan penanganan virus corona di Indonesia.

Sambil menunggu keputusan operator mengenai Liga 1 2020, para pemain diharuskan mengirim laporan aktivitas latihan melalui video conference. Tujuannya, agar kondisi mereka tetap fit jika nantinya kompetisi bisa kembali bergulir.

Selain berolahraga, kesempatan libur juga dimanfaatkan oleh para pemain untuk melakukan kegiatan lain. Seperti yang dilakukan Bagus Nirwanto, dia kini punya waktu luang menekuni hobinya memelihara ikan koi.

“Membersihkan kolam ikan koi di rumah menjadi salah satu aktivitas saya selama di rumah. Lumayan bisa menyalurkan hobi yang bikin senang mas,” kata Bagus Nirwanto.

Belum lama ini, Bagus dan pemain PSS lainnya melelang jersey mereka untuk menggalang dana guna membantu penanganan virus corona. Pemain asal Jawa Timur itu sempat kaget kostumnya mendapat penawaran cukup tinggi.

Jersey yang pernah dipakainya melawan TIRA-Persikabo di pekan kedua Liga 1 2020 laku Rp.5,8 juta

“Saya pribadi nggak menyangka juga bisa terjual dengan harga segitu. Terima kasih buat pemenang yang mau berdonasi melalui lelang jersey PSS. Semoga apa yang dilakukan PSS ini ada manfaat bagi semuanya,” ucapnya.

Nantinya uang yang terkumpul dari lelang jersey pemain PSS akan digunakan untuk pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Editor : Arif Budiwinarto