Jelang Pemberlakuan Larangan Mudik, Kedatangan Penumpang di Bandara YIA Melonjak

Kuntadi ยท Rabu, 05 Mei 2021 - 12:20:00 WIB
Jelang Pemberlakuan Larangan Mudik, Kedatangan Penumpang di Bandara YIA Melonjak
Jumlah penumpang yang tiba di Bandara YIA Kulonprogo mengalami peningakatan. (foto; iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) mencatat puncak kepadatan penumpang selama pelarangan mudik lebaran hari ini Rabu (5/5/2021). Tercatat ada sekitar 6.589 penumpang meningkat dari kondisi biasa yang hanya sekitar 3.000 penumpang per hari. 

“Hari ini sepertinya puncaknya, karena ada 4.089 penumpang untuk kedatangan dari biasa sekitar 1.500 sampai 2.000 orang. Sedangkan untuk keberangkatan cukup stabil antara 2.000 sampai 3.000 orang,” kata Pelaksana Tugas Sementara General manager (PTS GM) Bandara YIA PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama, Rabu (5/5/2021).

Pandu mengatakan, trend kenaikan jumlah penumpang ini mulai dirasakan sejak 28 April bersamaan dengan penyekatan pemudik. Banyak penumpang yang memilih mudik lebih awal, meskipun pemeritah melarang mudik ke kampung halaman. Jumlah ini terus meningkat sampai mendekati pelaksanaan larang mudik mulai besok pagi. 

Adanya lonjakan penumpang ini tidak memuat pelaksanaan protokol kesehatan dilonggarkan. PT Angkasa Pura I tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Setiap penumpang wajib menyertakan surat bebas Covid-19 dengan hasil rapid tes antigen ataupun menggunakan GeNose.

“Penumpang wajib menunjukkan dokumen bebas Covid-19, itu mutlak dilakukan,” katanya. 

PT Angkasa Pura I juga membentuk posko untuk melakukan pengawasan selama 6-17 Mei. Posko ini melibatkan TNI/Polri, Avsec dan juga dari Angkasa Pura sendiri. Mereka akan  melakukan pengawasan kepada penumpang. Dimana penumpang yang boleh menggunakan jasa penerbangan dalam rentang itu karena ada tugas mendesak dan kepentingan lain yang bersifat darurat.

“Selama masa itu hanya ada dua maskapai yang beroperasi Garuda dan Citilink untuk rute Jakarta. Untuk pesawat cargo tetap beroperasi,” katanya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi